TNI AU dan RSAF Tuntaskan Latma BFI 14-26 di Udara Riau

Pekanbaru (Riaunews.com) — TNI Angkatan Udara bersama Republic of Singapore Air Force (RSAF) sukses menuntaskan Latihan Bersama (Latma) Bilateral Fighter Interaction (BFI) 14-26 yang digelar di wilayah udara Riau. Latihan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme penerbang tempur kedua negara.

Markas Besar TNI AU mempercayakan Lanud Roesmin Nurjadin sebagai pangkalan penyiap dan pendukung utama latihan, sekaligus pusat kendali operasi udara selama kegiatan berlangsung. Seluruh rangkaian Air Maneuver Exercise (AMX) BFI ke-14 Tahun 2026 dilaksanakan di Training Area lanud tersebut dengan melibatkan pesawat tempur F-16 milik TNI AU.

Latihan ini melibatkan sejumlah satuan tempur, yakni Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14 Wing Udara 3.2 Tempur yang bermarkas di Lanud Iswahjudi, serta Skadron Udara 16 Wing Udara 3.1 Tempur yang berbasis di Lanud Roesmin Nurjadin. Keterlibatan lintas wing dan skadron mencerminkan soliditas serta kesiapan operasional TNI AU dalam melaksanakan operasi udara secara terpadu.

Dalam pelaksanaannya, AMX BFI 14/26 menggelar berbagai program latihan intensif, di antaranya Air to Air Refueling (AAR) dan Basic Fighter Maneuver. Pada sesi AAR, pesawat F-16 TNI AU melakukan pengisian bahan bakar di udara dengan pesawat A-330 Multi Role Tanker Transport milik RSAF, yang menuntut presisi tinggi, disiplin prosedur, serta koordinasi dan kepercayaan penuh antar awak pesawat.

Direktur Latihan BFI dari TNI AU, Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, menyatakan kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kesiapan tempur penerbang F-16, khususnya dalam pelaksanaan AAR serta berbagai skenario taktik pertempuran udara. Ia menegaskan keberhasilan latihan mencerminkan tingkat kepercayaan dan kerja sama yang solid antara TNI AU dan RSAF.

Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menegaskan kesiapan pangkalan tersebut dalam mendukung kegiatan berskala nasional maupun internasional. Ia menyebut keberhasilan Latma BFI 14-26 menunjukkan kesiapan operasional TNI AU yang semakin adaptif dan modern dalam menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, sekaligus memperkuat sinergi pertahanan udara antara Indonesia dan Singapura.