Bupati Agam Minta Penanganan Teknis Sungai Muaro Pisang Cegah Banjir Bandang Susulan

Daerah, Lingkungan199 Dilihat

Lubuk Basung(Riaunews.com) – Bupati Agam, Sumatera Barat, Benni Warlis menegaskan Sungai Muaro Pisang di Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, perlu penanganan teknis berbasis keilmuan untuk mencegah terjadinya banjir bandang susulan. Hal tersebut disampaikannya di Lubuk Basung, Sabtu (3/1/2026).

Benni mengatakan pihaknya telah menyampaikan permintaan tersebut kepada Gubernur Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai (BWS) V. Penanganan teknis dinilai penting karena banjir bandang dipicu longsor di sejumlah titik hulu sungai yang menimbun aliran air.

Menurutnya, selama ini upaya penanganan yang dilakukan baru sebatas membersihkan sungai di bagian hilir. Bahkan, pembersihan berulang menggunakan alat berat dinilai belum efektif karena tidak disertai kajian teknis menyeluruh, hingga menyebabkan satu unit alat berat tertimbun material pada Rabu (31/12/2025) malam.

Benni menekankan perlunya penanganan dari hulu hingga hilir sungai, termasuk memahami pergerakan material longsor. Ia berharap Pemprov Sumbar dan BWS V dapat meninjau langsung lokasi untuk menentukan solusi, seperti pembangunan pengendali air agar material tidak terbawa ke permukiman warga.

Ia mengakui aliran Sungai Muaro Pisang tersumbat setelah longsor terjadi di tebing jalan Kelok 28 dan Kelok 42, Matur Mudik, Kecamatan Matur, pada akhir November 2025. Longsor kembali terjadi di Kelok 25 pada Rabu (31/12/2025), yang menimbun sungai dan membentuk aliran baru ke arah Simpang Maninjau.

Akibat banjir bandang tersebut, sebanyak 160 kepala keluarga atau 428 jiwa terdampak dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, material banjir menimbun jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi sepanjang 30 meter dengan ketinggian sekitar satu meter, menyebabkan akses jalan terputus total dan warga dilaporkan masih diliputi rasa waswas.