Biaya Produksi Chip Memori Naik, Harga Smartphone Diprediksi Naik pada 2026

Gadget, Tekno289 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Harga jual rata-rata smartphone global diperkirakan meningkat 6,9 persen pada 2026, dipicu lonjakan harga chip memori. Firma riset Counterpoint Research menyebut kenaikan biaya komponen berpotensi menekan permintaan, dengan pengiriman smartphone diprediksi turun hingga 2,1 persen tahun depan.

Direktur Riset Counterpoint, MS Hwang, mengatakan segmen pasar bawah dengan harga di bawah USD 200 akan menjadi yang paling terdampak. Kenaikan biaya produksi dinilai sulit diserap oleh konsumen di kelas ini tanpa memengaruhi volume penjualan.

Counterpoint mencatat harga chip memori diperkirakan kembali naik hingga 40 persen sampai kuartal II-2026. Analis Senior Counterpoint, Yang Wang, menyebut kenaikan harga tajam di segmen bawah tidak berkelanjutan dan dapat memaksa produsen memangkas portofolio produk mereka.

Produsen smartphone skala kecil diperkirakan akan paling terpukul, sementara pemain besar dinilai lebih mampu bertahan. Apple dan Samsung disebut berada pada posisi paling kuat untuk melewati beberapa kuartal ke depan dibandingkan kompetitor lainnya.

Sebaliknya, produsen yang memiliki ruang gerak terbatas akan kesulitan menyeimbangkan pangsa pasar dan margin keuntungan. Kondisi ini diperkirakan paling terasa pada produsen asal China seiring berjalannya 2026.

Sebagai langkah mitigasi, pemain kecil kemungkinan akan menurunkan spesifikasi lain seperti kualitas layar, kamera, dan konfigurasi memori. Krisis ini diperparah oleh prioritas produsen semikonduktor terhadap chip kelas atas untuk kebutuhan AI, sehingga pasokan chip dasar untuk smartphone semakin terabaikan.