Paris (Riaunews.com) – FIA resmi memperlihatkan pandangan pertama mobil Kejuaraan Reli Dunia (WRC) generasi baru yang akan digunakan mulai musim 2027. Mobil ini dikembangkan berdasarkan regulasi teknis baru yang berlaku selama 10 tahun dan dirancang agar lebih terjangkau, fleksibel, serta menarik pabrikan dan tim baru ke WRC.
Dalam aturan WRC27, biaya mobil dibatasi hingga 345 ribu euro atau sekitar Rp6,7 miliar. Mobil akan menghasilkan tenaga sekitar 290 hp, menggunakan mesin 1,6 liter turbocharged berbahan bakar ramah lingkungan, sistem penggerak empat roda, gearbox lima percepatan, serta mengadopsi sejumlah komponen Rally2 untuk menekan biaya tanpa mengorbankan performa.
Mobil WRC27 dibangun di atas sasis rangka ruang tubular dengan standar keselamatan tinggi yang dikembangkan dari Rally1 2022. Struktur ini diklaim lebih efektif dalam penyerapan energi dan perlindungan dari benturan depan, samping, atap, maupun belakang, sekaligus lebih sederhana dan murah dibanding generasi sebelumnya.
FIA juga memberikan fleksibilitas desain bodi, mulai dari hatchback, sedan, crossover, hingga desain khusus, selama sesuai dengan sasis yang telah ditentukan. Pada tahap awal 2027, mobil WRC27 akan disetarakan dengan mobil Rally2 melalui penyesuaian bobot agar kompetisi tetap seimbang.
Konsep ini diperkenalkan bersamaan dengan konfirmasi Project Rally One asal Belgia sebagai konstruktor baru yang akan bergabung di WRC 2027. Proyek tersebut telah menyelesaikan desain sasis dan menargetkan lebih dari 6.000 km pengujian sebelum homologasi pada musim semi 2026, sementara Toyota juga tengah mengembangkan mobil WRC27.
Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menyebut regulasi WRC27 sebagai tonggak penting bagi masa depan reli dunia. Menurutnya, aturan ini menitikberatkan pada pengendalian biaya, keberlanjutan, dan aksesibilitas, tanpa menghilangkan performa serta tantangan teknis yang menjadi ciri khas WRC.
