Ferrari Dilanda Kebingungan Team Order di GP Azerbaijan

Motorsport460 Dilihat

Azerbaijan (Riaunews.com) – Charles Leclerc melontarkan komentar sinis usai finis di posisi kedelapan pada Formula 1 GP Azerbaijan, Minggu (21/9). Pebalap Ferrari itu menyindir situasi di akhir balapan saat harus menyerahkan posisinya kepada rekan setim, Lewis Hamilton, sebelum akhirnya kembali menyalip di lap terakhir.

Leclerc mengaku frustrasi karena kehilangan daya saing akibat masalah pemulihan energi pada sistem hibrida mesin Ferrari. Kondisi itu membuatnya tidak bisa mengandalkan tenaga penuh di lintasan lurus, meski sempat bertahan di depan Hamilton setelah pit stop lebih awal di lap 19 untuk meladeni tekanan Lando Norris. Situasi berubah ketika Hamilton, dengan ban lebih segar, mulai menekan pada lap 36.

Tim Ferrari lalu menginstruksikan Leclerc untuk memberi jalan bagi Hamilton di lap 42 agar bisa menyerang Norris. Namun Hamilton gagal menyalip dan diperintahkan untuk mengembalikan posisinya menjelang garis finis. Alih-alih melakukannya dengan bersih, Hamilton justru terlambat mengerem sehingga hampir melewati garis sebelum Leclerc. “Itu hanya salah penilaian, saya minta maaf kepada Charles,” ucap Hamilton.

Prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, menegaskan keputusan itu diambil karena Hamilton memiliki keuntungan usia ban, sementara Leclerc bermasalah dengan sistem pemulihan energi. “Situasinya jelas bagi kami. Charles mengalami kendala mesin, dan kami tidak cukup kompetitif di trek lurus. Jadi pilihan terbaik adalah membiarkan Lewis mencoba,” kata Vasseur.

Meski begitu, hasil akhir dianggap mengecewakan. Kedua pebalap merasa Ferrari sebenarnya punya kecepatan cukup untuk meraih pole position. Namun Leclerc menabrak dinding di Q3 dan Hamilton gagal memaksimalkan ban lunak C6, membuat keduanya harus start dari posisi 10 dan 12.

Vasseur menilai kualifikasi menjadi titik kegagalan utama Ferrari di Baku. “Hari ini kami memulai di belakang Norris dan finis di belakang Norris. Kesalahan terjadi kemarin, bukan hari ini. Kami punya mobil yang bisa bertarung untuk posisi terdepan, tapi tidak memanfaatkannya,” tegasnya.