20 Agustus 2018
Home / Olahraga / Raket / Tontowi/Liliyana ke final, Anggia/Ketut tersingkir

Tontowi/Liliyana ke final, Anggia/Ketut tersingkir

Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melangkah ke final Indonesia Open 2017. (Kredit Foto: badmintonindonesia.org)

Jakarta (RiauNews.com) – Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke partai final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Tiket final direbut Tontowi/Liliyana usai mengalahkan pasangan baru dari Malaysia, Chan Peng Soon/ Peck Yen Wei, dengan skor 21-13, 21-14.

Penampilan Tontowi/Liliyana malam ini sangat baik dan terus memegang kendali permainan dari awal pertandingan. Tontowi juga bermain agresif di depan net.

“Kami tahu Chan adalah pemain yang berpengalaman, kami sudah mempelajari video pertandingan pasangan baru ini. Chan memang banyak mengcover lapangan. Walaupun sempat ramai, mereka tertekan terus dan sulit keluar dari tekanan,” kata Liliyana yang dikutip laman bandmintonindonesia.org.

“Kami cukup puas dengan penampilan hari ini, kami bermain dengan fokus dan konsentrasi. Saya bisa mengurangi error saya yang biasanya banyak banget. Musuh pun susah untuk berkembang. Mudah-mudahan besok kami bisa tampil lebih baik,” tutur Tontowi.

Sebagai pasangan ganda campuran terbaik Indonesia saat ini, Tontowi/Liliyana sudah mengantongi segudang prestasi, puncaknya medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Namun Tontowi/Liliyana masih belum berjodoh dengan gelar Indonesia Open. Sebelumnya, Tontowi/Liliyana pernah dua kali melangkah ke final. Pada tahun 2012 mereka dikalahkan oleh Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand). Pada tahun 2011, Tontowi/Liliyana juga ke final dan dikalahkan oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei (Cina).

“Pasti ingin juara, tetapi kami mau fokus, nggak mikirin besok juara. Yang penting komunikasi dan strategi bisa berjalan,” kata Tontowi.

Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan unggulan pertama, Zheng Siwei/Chen Qingchen (Cina).

“Lawan besok tidak mudah, mereka adalah pemain muda yang lagi on fire, semangat, punya kecepatan dan power. Kami harus bisa menerapkan pola yang benar. Semoga kami bisa bermain lebih baik dan kasih juara untuk Indonesia,” jelas Liliyana.

Ganda putri Anggia Shita Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani gagal melaju ke partai puncak Indonesia Open 2017. (Kredit Foto: badmintonindonesia.org)

Sementara itu, pasangan ganda putri Anggia Shita Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani gagal melangkah ke final usai dikalahkan Chen Qingchen/Jia Yifan (Cina), dengan skor 21-12, 21-17.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: