23 Januari 2018
Home / Hukum & Kriminal / Tiga terdakwa narkoba divonis mati hakim PN Pekanbaru

Tiga terdakwa narkoba divonis mati hakim PN Pekanbaru

Hakim Sorta Riau Neva

Pekanbaru (RiauNews.com) – Tiga terdakwa yang menjadi pesakitan dalam kasus narkotika dan obat-obatan terlarang, divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (2/11/2017).

Para terdakwa, masing-masing Suripto alias Akian, Hariyanto alias Pau Pau dan Ramli terbukti secara sah dan meyakinkan memiliki 1.599 butir pil ekstasi dan 5 kilogram sabu-sabu.

Vonis mati tersebut dibacakan oleh hakim berbeda-beda. Dimana untuk terdakwa Suripto, vonis dibacakan Sorta Ria Neva SH MH dengan hakim anggota Toni Irfan SH dan Abdul Azis SH MHum.

“Menghukum terdakwa Suripto dengan hukuman mati,” ujar Sorta.



Hal memberatkan, tindakan terdakwa Suripto bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang gencar memberantas narkoba dan perbuatan terdakwa merusak generasi muda bangsa dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan tindakan terdakwa dilakukan berulang-ulang. Sementara hal yang meringankan tidak ada.

Sedangkan vonis Hariyanto dan Ramli dibacakan hakim ketua Toni Irfan SH, didampingi hakim anggota Sorta Ria Neva dan Abdul Azis. Hakim menolak segala pembelaan terdakwa yang disampaikan melalui penasehat hukumnya.

“Mengadili, menyatakan terdakwa alias Pau Pau bersalah. Jatuhkan hukuman, dengan pidana mati dan diperintahkan tetap ditahan,” kata Toni.

Atas putusan itu, terdakwa Suripto dan Hariyanto pikir-pikir sedangkan terdakwa Ramli melakukan banding.

Pada persidangna tersebut Majelis Hakim juga menghukum lima terdakwa lain yakni Agung Wijaya, Chairuddin, Ariyanto, Anton Wijaya dan Ramli alias Ricky. Keempat terdakwa divonis dengan hukuman berbeda.

Terdakwa Agung Wijaya divonis 15 tahun penjara. Ia juga dihukum membayar denda Rp1 miliar atau diganti kurungan.

Terdakwa Chairuddin, dihukum dihukum 20 tahun penjara. Ia didenda Rp1 miliar atau subsider kurungan 3 bulan.

Terdakwa Ariyanto dan Anto juga divonis 20 tahun penjara. Mereka juga didenda Rp1 miliar atau 3 bulan kurungan.

Seluruh terdakwa terbukti melanggar Pasal 132 ayat 2 jo Pasal 114 ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pince SH dan Wilsa SH menuntut terdakwa Suripto dan Hariyanto dengan hukuman mati. Sementara lima terdakwa lain dengan hukuman penjara seumur hidup.

Ketujuh terdakwa ditangkap oleh tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau pada Maret 2017 silam.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Suripto dan Pau Pau di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri usai menjemput narkoba dari Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Hariyanto merupakan sopir, sementara Suripto merupakan otak pelaku narkotika tersebut yang diketahui sebagai bandar di Pekanbaru. Saat ditangkap mereka mencoba kabur hingga terpaksa dilumpuhkan.

Dari penggeledahan yang dilakukan ditemukan 6 bungkus berisi sabu dan 1.599 butir pil ekstasi. Barang itu akan diberikan kepada lima terdakwa lain yang berprofesi sebagai kurir.

Dari 5 Kg sabu tersebut rencananya akan dijemput kelima kurir di Pekanbaru. Nantinya akan dibawa ke Jambi sebanyak 4 Kg, 1 Kg dibawa ke Lampung dan ekstasi akan dibawa ke Indragiri Hilir dan Medan.*** (mcr)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: