Home / Spesial Riau / Kepulauan Meranti / Tes labor menunjukkan permen yang diduga mengandung narkoba di Selatpanjang hasilnya negatif

Tes labor menunjukkan permen yang diduga mengandung narkoba di Selatpanjang hasilnya negatif

Permen Yupi dengan aneka bentuk dan warna.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Setelah dilakukan uji laboratorium oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru terhadap permen yang diduga mengandung narkoba di Selatpanjang, ternyata hasilnya negatif.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Irwan Suwandi, melalui aplikasi pesan Whatsapp, Selasa (3/4/2018), bahwa pihaknya secara lisan sudah menerima hasil pengujian yang dilakukan BBPOM Pekanbaru.



“Secara lisan BBPOM memang sudah menyampaikan hasil uji laboratorium permen “Yupi” kepada kita, kalau hasilnya negatif, namun secara tertulis belum karena baru ke luar hari ini,” kata Irwan.

Dengan keluarnya hasil tes labor ini, tambah Irwan, maka isu yang berkembang bahwa permen Yupi –yang di konsumsi balita di Selatpanjang sehingga mengakibatkan perilaku aneh– diduga mengandung narkoba, terbantahkan.

Dan, tindakan selanjutnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

Irwan juga mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti, tak lagi khawatir atau termakan isu tak jelas yang berkembang.

Dikutip dari laman Antara, Kepala BBPOM Kota Pekanbaru Muhammad Kashuri saat dimintai konfirmasi hasil uji laboratorium terhadap permen “Yupi” yang dikirim dari Meranti, mengaku sudah disampaikan ke Diskes Meranti, dan menyarankan untuk rilisnya menanyakan langsung ke Diskes setempat.

“Silahkan saja langsung ke Diskesnya, ” kata Muhammad Kashuri singkat.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah berinisal CSA yang masih berusia tiga tahun delapan bulan, berperilaku aneh usai mengkonsumsi permen yang dibelikan kakeknya, pada Jumat (30/3/2018) lalu.

Karena merasa ada yang tak beres, orang tua CSA kemudian membawa anaknya ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melakukan pengobatan didampingi anggota Satuan Resnarkoba.

“Terhadap anak tersebut sekalian dilakukan tes urine, dimana hasil tes urine positif mengandung narkotika (methafetamin dan amphetamin),” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Kepulauan Meranti, Iptu Darmanto, Senin (2/4/2018).

Namun untuk memastikan apakah benar bahwa permen yang dimakannya mengandung zat narkoba, polisi kemudian mengirimkan sampel permen tersebut ke BBPOM Pekanbaru untuk diuji.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: