22 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / Ternyata prajurit TNI yang tewas ditikam habis salatkan jenazah

Ternyata prajurit TNI yang tewas ditikam habis salatkan jenazah

Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayor Jendral TNI Cucu Soemantri.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Prajurit TNI yang tewas ditikam oleh seoran pemuda di Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (7/7/2017) kemarin, ternyata baru saja usai men-salatkan jenazah warga setempat.

Hal tersebut diungkapkan Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayor Jendral TNI Cucu Somantri, yang datang langsung ke Pekanbaru, guna melayat anggotanya yang menjadi korban kekerasan tesebut.

“Bintara Pembina Desa, Sersan Dua Musaini (55), meninggal dunia mengenaskan, usai melaksanakan tugas membantu masyarakat. Kejadiannya usai sholat Jumat lalu sholat Jenazah dan mengantarkannya ke pemakaman,” kata Somantri.

Seperti diketahui, wilayah tanggung jawab Kodam I/Bukit Barisan meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

Dia mengatakan, ada cekcok antar warga saat mereka sedang dalam perjalanan ke pemakaman. Namun di perjalanan ada sekelompok anak muda, serupa geng motor berkecepatan tinggi, datang dan motornya diangkat-angkat.

Menurut Somatri, Musaini menganggap hal ini mengganggu prosesi pemakaman. Lalu pada jarak 50 meter, pengendara motor itu juga menabrak salah satu rumah ustad.

“Ini lalu ditegur rekan bintara pembina desa kami itu, Kopral Kepala Candra. Ini lagi kedukaan kok mau menyerempet. Dia (pelaku penikaman) melawan, lalu Sersan Dua Musaini didekati dan bilang jangan melawan, Candra ini tentara juga. Kebetulan saat itu sedang pakai baju koko. Orang kedukaan malah mengganggu,” katanya.

Pelaku yang juga terjatuh dari motor ini merasa tidak terima ditegur. Dikatakan Soemantri, bisa saja orang itu mabuk.

Selanjutnya, usai prosesi pemakaman, terjadilah penusukan terhadap Musaini yang diketahui dilakukan Tamsir (22). Setelah itu, warga berdatangan memberikan pertolongan dengan membawa Musaini ke rumah sakit terdekar. Sementara Chandra menghalangi warga agar tidak menghakimi pelaku.

“Sekali lagi kami prihatin anggota melaksanakan tugas masyarakat yang sedang kedukaan, dari salat jenazah sampai ke pemamakaman. Sia-sia saja semuanya karena ulah geng motor itu,” ujar Somantri.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: