24 Februari 2018
Home / News / Nasional / Terkait mie instan Korea mengandung babi, YLKI apresiasi pengumuman BPOM

Terkait mie instan Korea mengandung babi, YLKI apresiasi pengumuman BPOM

Mie Korea yang mengandung babi masih terpajang di salah satu mini market di Jalan HR Subrantas Pekanbaru. (Kredit Foto: Ilva Yulfianto/Riaunews.com)

Jakarta (RiauNews.com) – Peringatan yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), bahwa terdapat kandungan babi pada produk mie instan impor asal Korea, disambut positif oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Namun hal ini sedikit disayangkan oleh YLKI karena dianggap terlambat dan produk tersebut terlanjut sudah tersebar luas di masyarakat.

Ketua Pengurus YLKI Tulus Abadi menyayangkan atas lambannya peluncuran peringatan publik tersebut. “Apresiasi, tapi tetap menyayangkan karena BPOM lambat,” katanya, Ahad (18/6).

Tulus menyatakan, seharusnya BPOM lebih tegas menindak para distributor nakal seperti halnya distributor produk mi instan tersebut, dan mendesak BPOM bisa mengambil tindakan hukum lain selain menarik produk dari pasaran.

Menurut dia, distributor nakal patut dicabut izin operasionalnya karena telah memasukkan produk yang tidak memenuhi standar regulasi di Indonesia, yaitu proses produksi halal. Selain itu, Tulus menegaskan, untuk menindaklanjutinya kepolisian juga didesak harus turun tangan. Karena kegiatan distributor nakal tersebut dapat diduga melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Sebelumnya, dalam peringatan publik yang dikeluarkan BPOM, ada empat mi asal Korea yang disebut positif mengandung fragmen DNA babi dengan tanpa mencantumkan peringatan ‘Mengandung Babi’ pada label.

Produk tersebut, yaitu: Samyang Mi Instan U-dong, Nongshim MI instan (Shin Ramyun Black), Samyang Mi Instan Kimchi, Ottogi Mi instan (Yeul Ramen) yang semuanya diimpor oleh PT Koin Bumi. Dalam peringatan tersebut BPOM memerintahkan, distributor untuk segera menarik produk-produk tersebut.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: