22 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Tak terbukti sebarkan kebencian, kasus Saracen sarat rekayasa dan kepentingan

Tak terbukti sebarkan kebencian, kasus Saracen sarat rekayasa dan kepentingan

Ketua Grup Saracen, Jasriadi.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Jasriadi, yang dikenal sebagai pimpinan Saracen, telah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, dengan hukuman 10 bulan penjara pada sidang yang berlangsung Jumat (6/4/2018) kemarin.

Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menginginkannya dibui dua tahun. Majelis Hakim beralasan, dari sekian banyak tuduhan yang dikemukakan oleh JPU, hanya satu yang terbukti, yakni ilegal akses terhadap akun orang lain.



Namun, meski divonis lebih ringan Jasriadi dan kuasa hukumnya sepakat melakukan banding.

Dedi Gunawan selaku kuasa hukum mengatakan, bahwa dari awal pihaknya telah mencium adanya rekayasa dan kepentingan pihak-pihak tertentu menjerat kliennya dengan tuduhan saracen sebagai grup penyebar kebencian hingga ditangkap oleh tim dari Mabes Polri.

“Ini sarat kepentingan dan penuh rekayasa,” kata Dedi di Pekanbaru, sebagaimana dikutip Riaunews.com dari laman Antara, Jumat (6/4/2018).

Dedi beralasan bahwa putusan tersebut bukan persoalan ringan atau beratnya vonis yang diterima Jasriadi. Namun, dia menegaskan harus membuktikan bahwa kasus Saracen yang menjerat kliennya itu penuh dengan rekayasa dan sarat kepentingan.

Pertama, dia menjelaskan Saracen yang diungkap kepolisian Agustus 2017 silam disebut-sebut sebagai grup penyebar kebencian dan isu SARA. Selain itu, Jasriadi yang saat ditangkap dituduh sebagai ketua sindikat Saracen bersama sejumlah pelaku lainnya disebut menerima aliran dana ratusan juta rupiah.

Persoalannyaya, dari sekian banyak dakwaan tidak ada yang terbukti. Justru hanya satu yang kata Hakim sah dan meyakinkan terbukti, ilegal akses,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menilai ada pihak dan aktor intelektual yang menunggangi kasus tersebut hingga “di blow up” sedemikian rupa, meskipun pada kenyataannya seluruh tuduhan yang dialamatkan ke Jasriadi dimentahkan berdasarkan fakta persidangan. Dia mengklaim mengetahui aktor intelektual tersebut. Namun sayang, dia tidak mau menyebut aktor yang dimaksud.

“Ini sengaja dari awal dibesar-besarkan oleh orang yang punya kepentingan dalam persoalan ini. Kita tidak akan sampaikan pada kesempatan ini, tapi kita tahu siapa intelektual dibalik ini,” urainya.

“Intinya sengaja dibentuk opini yang tidak ada. Direkayasa sedemikian rupa, lalu disampaikan ke publik,” lanjutnya. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: