Home / News / Kesehatan / Tak juga mau bersunat, baca ini dulu

Tak juga mau bersunat, baca ini dulu

Pekanbaru (RiauNews.com) – Agama Islam mewajibkan setiap lagi-laki yang sudah akil baligh untuk berkhitan alias disunat. Dalam berbagai sunnah, Rasullullah SAW mengatakan bahwa selain merupakan kewajiban, bersunat –yang sudah dianjurkan sejak zaman Nabi Ibrahim– juga berguna bagi kesehatan.

Dan, ternyata perkembangan ilmu kesehatan makin membuktikan manfaat dari bersunat ini.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan di International AIDS Conference pada Juli 2017 lalu mengungkap, bakteri pada kulup penis bisa meningkatkan risiko infeksi HIV.

Sebagaimana dilansir oleh laman Kompas, tim peneliti dari George Washington University, John Hopkins University, Northern Arizona University, dan University of Toronto mengambil sample pada 186 pria heteroseksual yang tak sunat.

Pria yang diambil sampelnya berasal dari Uganda. Rentang usianya 15 – 49 tahun. Semuanya berstatus HIV negatif pada awal studi.

Setelah pengambilan sampel, peneliti membiakkan bakteri yang didapatkan. Mereka fokus pada 10 strain bakteri anaerobik (jenis yang tak perlu oksigen untuk hidup).

Dalam dua tahun jangka waktu penelitian, peneliti menemukan sejumlah pria yang diambil sampelnya ternyata terinfeksi HIV.

Setelah dibandingkan, ternyata pria yang terinfeksi HIV memiliki populasi bakteri lebih banyak pada kulup penisnya.

Bakteri yang dianggap meningkatkan risiko infeksi HIV adalah jenis Prevotella, Dialister, Mobiluncus, Murdochiella, dan Peptostreptococcus.

Menurut peneliti, setiap peningkatkan populasi bakteri sebesar 10 kali lipat, peningkatan risiko infeksi HIV berkisar antara 29 persen (Murdochiella) hingga 63 persen (Prevotella).

Cindy Liu dari George Washington University yang memimpin riset mengatakan, bakteri kulup penis meningkatkan risiko HIV karena menghasilkan senyawa cytokines.

“Cytokines berperan merekrut sel imum ke permukaan kulit dan sel imun itulah yang akhirnya diserang HIV,” katanya seperti dikutip Scientific American, Jumat (28/7/2017).

Lance Price, peneliti lain yang terlibat riset menyatakan, bakteri pada kulup penis itu lewat hubungan seksual bisa berpindah pada kelamin perempuan.

Menurutnya, hal itu itulah yang mengakibatkan bakteri serupa ditemukan pada perempuan yang mengalami vaginosis.

Jared Baeten dari University of Washington yang tak terlibat riset mengungkapkan, “Riset ini membantu menjelaskan mengapa pria yang tak disunat punya risiko lebih tinggi terinfeksi HIV.”

Meski demikian, perlu penelitian lebih lanjut pada pria yang disunat sehingga hubungan sunat dan risiko HIV bisa lebih jelas.***

Baca Juga

Didukung PDIP, Warganet  Sebut Tidak Akan Pilih Andi Rachman

PEKANBARU (RiauNews.com)-Keputusan DPP PDIP mengusung Balon Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno di Pilkada Gubernur ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: