18 Agustus 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / September nanti, buang sampah sembarangan di Pekanbaru didenda hingga Rp50 juta

September nanti, buang sampah sembarangan di Pekanbaru didenda hingga Rp50 juta

Sampah di Simpang Tabek Gadang, Panam, Pekanbaru masih sering menumpuk hingga siang. (Kredit Foto: Ilva/Riaunews.com)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru hingga saat ini masih dipusingkan dengan masalah sampah, sehingga guna mengurangi berseraknya sampah di jalan-jalan kota, Pemko mempertimbangkan untuk mulai memberlakukan denda bagi mereka yang membuang sampah sembarangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Zulfikri mengatakan, besaran denda yang akan dijatuhkan adalah Rp2,5 juta hingga Rp50 juta, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah.

“Kita menargetkan pemberlakuan denda dapat dimulai pada September nanti, sebab sosialisasi sudah cukup lama dilakukan,” katanya.

Pemko Pekanbaru mempunyai aturan sendiri dalam mengatasi masalah sampah. Masyarakat diperbolehkan membuang sampah pada titik-titik tertentu atau mereka sebut tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Namun, jam yang diperbolehkan hanya antara pukul 19.00 WIB sampai 05.00 WIB. Selebihnya waktu terlarang dan terancam denda.

Menjelang sanksi denda tersebut diterapkan, pihaknya akan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat. Masih ada waktu sekitar dua pekan lagi bagi DLHK untuk mengedukasi dan melakukan sosialisasi kepada masyakat sebelum pemberlakukan sanksi denda diberlakukan.

Pihaknya berharap dengan pemberian sanksi denda tersebut, warga Pekanbaru bisa menjaga kebersihan dan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang telah disediakan oleh Pemko Pekanbaru serta tepat pada waktu yang sudah ditetapkan.

Lebih jauh, ia menuturkan petugas pengangkut sampah nantinya akan bertugas sejak pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB yang terbagi dalam dua sesi. Dia menilai jika masyarakat tertib membuang sampah, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, termasuk penumpukan sampah pada beberapa titik di kota itu.

Pemko sebelumnya sudah membentuk Satgas Sampah dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja, TNI, dan Kepolisian setempat guna menanggulangi masalah menahun tersebut. Keberadaan Satgas itu diharapkan dapat mengembalikan tradisi Adipura, setelah terakhir diperoleh pada 2014 silam.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: