23 September 2018
Home / Olahraga / Bola / Piala Dunia / Sejumlah negara ancam boikot Piala Dunia di Rusia

Sejumlah negara ancam boikot Piala Dunia di Rusia

London (RiauNews.com) – Perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia hanya tinggal beberapa bulan. Namun pesta sepabola sejagad tersebut terancam berkurang kemeriahannya, akibat suhu politik yang menghangat di benua Eropa dan merambat ke sejumlah negara.

Penyebabnya adalah pembunuhan terhadap agen ganda Rusia, Sergei Skripal, dan anaknya, Yulia, yang diracuni menggunakan zat pelumpuh saraf Novichok di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu.



Inggris menuduh Rusia dibalik semua peristiwa tersebut, meski pihak Kremlin sudah berulang kali membantahnya.

Selanjutnya Inggris mengancam takkan mengirimkan wakil pemerintahan mereka ke Moskow guna menghadiri pembukaan Piala Dunia, yang kemudian diikuti Polandia, Islandia, Denmark, Swedia, Australia, dan Jepang. Jumlah tersebut diprediksi akan semakin banyak ke depannya.

Aksi bersama ini dimulai setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan pekan lalu bahwa Pangeran William dan seluruh menteri pemerintahan negara tersebut akan menolak ambil bagian pada turnamen sepak bola paling akbar di kolong langit itu.

Setelah itu, Presiden Polandia Andrzej Duda adalah pemimpin dunia pertama yang berdiri bersama May. Dia mengungkapkan penolakannya pergi ke upacara pembukaan Piala Dunia 2018 di Moskow, 14 Juni mendatang.

Para pejabat negara Islandia pun mengikuti gerakan melawan Rusia tersebut. Mereka menyebut aksi ini sebagai bagian dari tanggapan internasional untuk menghukum Kremlin atas serangan racun saraf terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris, sebagaimana yang dituduhkankan pemerintah Inggris kepada Moskow.

Negara kepulauan berpenduduk hanya sekitar 300.000 itu berhasil menembus putaran final Piala Dunia 2018. Namun, dipastikan tak akan ada perwakilan diplomatik Islandia di ajang tersebut.

“Di antara tindakan yang diambil Islandia adalah penundaan sementara dari semua dialog bilateral tingkat tinggi dengan pihak berwenang Rusia. Akibatnya, para pemimpin Islandia tidak akan menghadiri Piala Dunia di Rusia musim panas ini,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Islandia, dikutip Reuters.

Sebenarnya Rusia telah berulang kali membantah bertanggung jawab atas serangan racun saraf tersebut. Namun, negara-negara Eropa kurang puas dengan tanggapan negara tersebut.

Selasa (27/3) hari ini, Australia juga menyatakan akan mengusir dua diplomat Rusia. Sebelumnya, Amerika Serikat menuturkan akan melakukan hal sama memulangkan 60 diplomat Rusia sebagai bentuk kesetia-kawanan dengan negara Eropa untuk menghukum Kremlin.

Total, hingga kini ada 100 diplomat negara tersebut yang telah diminta keluar kembali ke Rusia. Ini merupakan pengusiran terbesar dari Barat sejak masa Perang Dingin.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: