17 November 2018
Home / News / Internasional / Sebelum meninggal, TKI asal Medan disiksa dan tidur diteras bersama anjing majikan

Sebelum meninggal, TKI asal Medan disiksa dan tidur diteras bersama anjing majikan

Adelina, TKI yang disiksa majikannya di Malaysia hingga tewas di rumah sakit. (Kredit: The Star)

Kuala Lumpur (RiauNews.com) – Kabar yang cukup menyayat hati tentang nasib tragis Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia kembali terjadi. Adelina (21) perempuan asal Medan, Sumatera Utara, meninggal dunia pada Ahad (11/2/2018) di rumah sakit, akibat disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya di Malaysia.

Para tetangga mengatakan, korban sudah sebulan terakhir dipaksa tidur di luar bersama anjing sebelum meninggal. Pelaku, yakni seorang perempuan dan adiknya, kini ditahan polisi untuk dimintai keterangan.

Kasus penyiksaan ini mendapat perhatian serius dari LSM dan jurnalis setelah dilaporkan oleh para tetangga. Sehari sebelum meninggal, para aktivis LSM dan jurnalis mendatangi rumah tersebut.



“Kami tiba di melihat korban di teras. Dia tak merespons saat kami panggil dan hanya menggelengkan kepala,” kata salah seorang anggota rombongan, Por Chen Han, dikutip iNews dari The Star, Senin (12/2/2018).

Por melanjutkan, para tetangga bercerita kepadanya mengenai bagaimana majikan memperlakukan Adelina. “Mereka (tetangga) sering mendengar majikan memarahinya dengan suara keras,” ujarnya.

Tak hanya disuruh tidur di luar, Adelina juga dianiaya. Hal ini terlihat dari bekas luka bakar di kakinya.

Menurut Por, saat berkunjung, di rumah itu ada seorang perempuan berusia sekitar 60 tahunan. Penerimaannya pun tak bersahabat. Dia menolak membawa Adelina ke rumah sakit, bahkan mengusir orang-orang yang bekunjung ke rumahnya dengan mengatakan sebaiknya mengurus urusan masing-masing.

Namun sebelum pergi, Por diberi nomor telepon anak perempuannya yang merupakan majikan dari Adelina. Sang majikan membantah menyiksa Adelina, namun mengaku pernah menamparnya di masa lalu.

Soal luka bakar di kaki, majikan mengatakan Adelina secara tak sengaja terkena cairan kimia yang dituangkannya sendiri ke lubang pembuangan di dapur. Meski sudah diberi obat, luka di kakinya tak juga hilang.

Sementara itu Kepolisian Pusat Seberang Prai Ros Azhan mengatakan, pihaknya sudah menahan majikan berusia 36 tahun dan kakaknya berusia 39 tahun.

Menurut Ros, luka yang dialaminya Adelina tak hanya di kaki, tapi juga di wajah dan kepala yang membengkak.

“Usaha untuk memintai keterangan darinya belum berhasil karena dia masih ketakutan. Kami mengirimnya ke Rumah Sakit Bukit Mertajam, di mana dia kemudian meninggal,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: