14 Desember 2018
Home / News / Internasional / Rusia gertak AS dengan rudal nuklir yang mampu menghantam sasaran manapun di dunia

Rusia gertak AS dengan rudal nuklir yang mampu menghantam sasaran manapun di dunia

Presiden Rusia Vladimir Putin.

Moskow (RiauNews.com) – Sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan dilontarkan Presiden Rusia Vladimir Putin, bahwa negaranya telah mengembangkan sistem persenjataan nuklir yang mampu menghantam sasaran manapun di seluruh dunia.

Putin menekankan bahwa pihaknya memperingatkan bahwa Rusia akan melihat semua serangan nuklir dalam ukuran apa pun terhadap wilayahnya, atau negara sekutunya sebagai serangan terhadap Rusia, dan akan membalas dengan tindakan serupa. Banyak pihak melihat peringatan Putin ini sebagai pesan kepada Washington di tengah hubungan kedua negara yang semakin memburuk.

Pernyataan putin tersebut diucapkan dalam pidato tahunan kenegaraanya di Moskow.

“Adalah tugas saya untuk menyatakan hal ini: Setiap penggunaan senjata nuklir melawan Rusia atau sekutu-sekutunya, apakah skala kecil, menengah atau skala lainnya, akan diperlakukan sebagai serangan nuklir di negara kita. Responnya akan instan dan dengan semua konsekuensi yang relevan,” kata Putin sebagaimana dilansir RT, Kamis (1/3/2018).

Putin mengatakan, Rusia telah merespons sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) dengan mengembangkan senjata yang tidak dapat ditangkal.

Sebuah layar besar di belakangnya menampilkan video dan grafis komputer yang menunjukkan senjata baru Rusia. Dalam salah satu animasi, rudal yang diluncurkan dari Rusia terlihat terbang melintasi Samudera Atlantik mengelilingi ujung Amerika Selatan mengarah ke daratan AS.

“Saya harap semua yang telah saya katakan hari ini akan membuat setiap agresor potensial menjadi sadar,” ujarnya.

Pengumuman rudal jelajah berkapabilitas nuklir baru Rusia ini mengejutkan sebagian besar pengamat yang hadir dalam pidato tahunan sang Presiden.

Alexander Golts, seorang analis militer Rusia independen di Moskow mengatakan, pengumuman Putin tersebut seperti permulaan sebuah Perang Dingin baru.

“Ini adalah permulaan dari Perang Dingin baru. Ini adalah upaya menakut-nakuti Barat,” kata Golts.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: