Home / Olahraga / MotoGP / Rossi dan Yamaha marah pada Marquez

Rossi dan Yamaha marah pada Marquez

Aksi Marc Marquez yang mengakibatkan Valentino Rossi mencium aspal. (Kredit: MotoGP)

Buenos Aires (RiauNews.com) – Tabrakan atau gesekan antar pebalap di arena MotoGP kerap dan memang lumrah terjadi. Tapi insiden antara Marc Marquez dengan Valentino Rossi pada lap 13 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Grand Prix Argentina, Senin (9/4) dini hari WIB, yang kemudian mengakibatkan pebalap veteran Yamaha tersebut jatuh, dianggap bukan kejadian biasa.

The Doctor –julukan Rossi– menganggap jagoan Honda Repsol tersebut tak memiliki rasa hormat pada para pesaingnya. Pebalap bernomor 46 ini menilai Marquez telah merugikan MotoGP.



“Ini adalah situasi yang sangat buruk, karena dia menghancurkan olahraga kami, karena dia tidak memiliki rasa hormat kepada para pesaingnya, tidak pernah,” kata Rossi, dilansir Motorsport, Senin (9/4).

“Ketika Anda berpacu 300 kilometer per jam di lintasan, Anda harus menghormati lawan Anda, Anda harus kuat, Anda harus membuat maksimum, tetapi seperti itu (membuat jatuh), selesai.”

Baca: Cal Crutchlow raih podium utama MotoGP seri Argentina

Memang, kata Rossi, dalam balapan pasti mengalami masalah, baik soal lintasan, rem, mesin motor dan teknis lainnya. Hanya, apa yang dilakukan Marquez, menurut dia, sengaja membuat lawan celaka.

“Jadi jika kamu mulai bermain seperti ini, kamu menaikkan level ke titik yang sangat berbahaya. Karena jika semua pembalap berlomba seperti ini, tanpa rasa hormat kepada para rival, ini adalah olahraga yang sangat berbahaya dan (itu akan) berakhir dengan cara yang buruk, ucap pembalap asal Italia,” kata dia.

Sebelum itu, Marquez berupaya hendak meminta maaf pada Rossi usai balapan. Namun permintaan ‘Baby Alien’ ini ditolak kru Yamaha Movistar, dan dia diusir dari garasi tim berlogo garputala ini.

Baca: Andrea Dovizioso rengkuh kemenangan di seri pertama MotoGP musim 2018

“Jangan datang ke sini setelah apa yang telah Anda lakukan, pergi. Anda telah membuat kami kehilangan Piala Dunia,” kata seorang kru, Uccio Salucci kepada Marc, dilansir Marca, Senin (9/4).

Marquez pun seketika pergi dari kerumunan yang menyaksikannya saat diusir. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: