21 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / Rokan Hulu / Puncak Aliantan diserbu ratusan wisatawan di hari pertama 2018

Puncak Aliantan diserbu ratusan wisatawan di hari pertama 2018

Pecinta alam menikmati “samudera awan” di Puncak Aliantan, Rokan Hulu. (Kredit: Facebook)

Pasirpengaraian (RiauNews.com) – Puncak Aliantan yang berada di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, menjadi alternatif bagi warga yang ingin menikmati hari pertama di tahun 2018 ini.

Menurut Kepala Desa Aliantan, Muhammad Rois Zakaria, setidaknya 200 wisatawan dari berbagai daerah, bahkan luar negeri sudah memadati kawasan yang terletak di gugusan Bukit Suligi itu demi melihat fenomena “samudra awan”.

“Meski malam tahun baru turun gerimis dan diselingi hujan cukup deras, namun tak menyurutkan minat wisatawan untuk camping di Puncak Aliantan,” kata Rois.



Puncak Aliantan merupakan destinasi baru yang kini “viral” di media sosial, berada di Desa Aliantan yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Kota Pekanbaru, dan bisa ditempuh sekitar dua jam dengan kendaraan bermotor.

Puncak tertinggi berada 812 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang menyajikan pemandangan alam berupa perbukitan. Dan, yang lebih menarik di pagi hari puncak tersebut kerap terjadi fenomena alam berupa gugusan awan yang menggulung-gulung seperti ombak, sehingga disebut warga setempat dengan “samudra awan”.

Rois menjelaskan, sejak 2016 pihaknya secara swadaya membentuk kelompok sadar wisata bernama “the care taker” yang diisi oleh pemuda pencinta alam di sana. Mereka tidak hanya menjaga tempat itu, melainkan juga sebagai pendamping wisatawan, porter dan juga menjaga keamanan.

Pose wisatawan seolah-olah menyetop kendaraan di Puncak Aliantan. (Kredit: Facebook)

Terhitung sejak Januari 2016 paket wisata ini dibuka, hingga akhir tahun 2017 ada lebih dari 5.000 wisatawan berkunjung. Keunikan lain dari wisata baru tersebut adalah alamnya yang masih cukup terjaga. Pada pagi hari di puncak Aliantan wisatawan bisa menunggu fajar sambil mendengarkan suara binatang seperti kera siamang yang banyak di sana.

Kelompok sadar wisata juga membuat fasilitas seperti papan petunjuk arah dan hiasan yang bisa digunakan wisatawan untuk berfoto bersama maupun swafoto (selfie).

Berwisata ke tempat itu juga relatif murah karena tarif bisa disesuaikan dengan kemampuan wisatawan. Namun, apabila wisatawan ingin dipandu sekaligus disediakan makan dan bermalam di sana, kelompok sadar wisata mematok harga maksimal Rp50 ribu per orang. *** (Antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: