21 Januari 2018
Home / Spesial Riau / PT RAPP surati Gubernur, Kapolda dan lima Bupati terkait teguran Kementrian LHK

PT RAPP surati Gubernur, Kapolda dan lima Bupati terkait teguran Kementrian LHK

pabrik PT RAPP di Pangkalankerinci, Pelalawan. (Kredit Foto: Blogspot)

Pekanbaru (Antarariau.com) – Usai menerima surat dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengenai Peringatan II larangan penanaman kembali dengan jenis tanaman industri, berupa Acacia sp dan Eucalyptus sp pada areal Fungsi Ekosistem Lindung Gambut (FELG), PT Riau Andalan Pulp and Paper selanjutnya memberitahukan perihal tersebut pada seluruh kontraktor, pemasok dan mitra bina perusahaan, bahwa ada kemungkinan berdampak pada kegiatan operasional dari anak perusahaan APRIL Grup itu.

Corporate Communication Manager PT RAPP Djarot Handoko ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, dan menjelaskan surat edaran yang tertanggal 7 Oktober 2017 itu ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT RAPP Rudi Fajar.



“Merupakan tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa rencana operasional kami tidak hanya melindungi lingkungan, tapi juga melindungi hak-hak dari pekerja kami, masa depan keluarganya dan masyarakat lokal secara keseluruhan yang bergantung pada bisnis kami untuk kebutuhan ekonomi dan sosialnya,” kata Djarot.

Manajemen RAPP juga meminta agar kontraktor, pemasok dan mitra bina perusahaan tetap tenang dalam menghadapi keputusan dari KLHK itu. Surat dari manajemen RAPP tersebut turut ditembuskan kepada Gubernur Riau, Kapolda Riau, serta lima bupati yang terdapat area konsesi perusahaan, yakni Bupati Pelalawan, Siak, Kepulauan Meranti, Kampar, dan Kuantan Singingi.

“Kami sedang mempelajari surat dari kementerian tersebut dan berharap dapat mencapai solusi bersama yang komprehensif. Kami percaya bahwa pemerintah dapat memberi kepastian iklim investasi dan bisnis di tengah meningkat kompetisi pasar global, selain itu terus berupaya memberikan perlindungan bagi ribuan pekerya yang menggantungkan kehidupannya pada perkembangan industri kehutanan yang berkelanjutan,” kata Djarot.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: