Home / News / Bisnis / Progres tol Pekanbaru-Dumai lambat, tiga menteri turun ke Riau

Progres tol Pekanbaru-Dumai lambat, tiga menteri turun ke Riau

Pertemuan antara Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dengan tiga menteri membahas kelanjutan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai. (Kredit Foto: Humas Pemprov Riau)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Lambatnya realisasi pengerjaan proyek ruas tol Trans-Sumatera yang berada di Provinsi Riau, yakni jalur tol Pekanbaru-Dumai, mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Tiga menteri yang terkait dengan proyek ini, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, melakukan kunjungan ke provinsi tersebut guna mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada.

“Kami ke sini melihat progres Tol Pekanbaru-Dumai. Ada beberapa masalah pembebasan lahan di antaranya lahan Konsesi Chevron, tapi ada masyarakatnya, dan kawasan hutan,” kata Men-PUPR Basuki di hadapan orang nomor sati di Bumi Lancang Kuning, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil menyampaikan bahwa kendala pembebasan lahan secara keseluruhan sudah hampir selesai. Untuk lahan konsesi Chevron, sudah dilakukan konsultasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi Riau untuk melihat aspek hukumnya dan sudah dijanjikan akan diselesaikan segera.

“Kemudian terkait izin pinjam pakai kawasan hutan, akan dikirim surat oleh Menteri PUPR ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar bisa diberikan segera. Kalau semua selesai, semua tanah ini bisa bebas akhir Juli,” ujar Sofyan Djalil.

Selanjutnya Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan bahwa yang ditugaskan untuk membangun Tol Pekanbaru-Dumai adalah perusahaan negara PT Hutama Karya. Saat ini di samping pembebasan lahan juga sudah dilakukan “Land Clearing”.

“Diharapkan kalau Juli selesai pembebasan lahan maka pembangunan akan bisa lebih cepat. Masih ada sedikit studi final terkait kondisi tanah beberapa titik kadar air sangat tinggi. Jadi dipilih struktur yang terbaik dan mulai Agustus sebagian titik akan diperkeras,” ungkap Rini.

Untuk pembangunan menurutnya tahun depan sudah bisa kelihatan hasilnyanya. Minimal Seksi 1 dari 130 kilometer Tol Pekanbaru-Dumai sudah bisa dipakai karena untuk pembiayaan sudah siap tidak ada masalah.

Total investasi untuk ruas Tol Pekanbaru-Dumai sekitar Rp16 triliun dan untuk pembebasan lahannya Rp250 miliar. Saat ini lahan yang dibebaskan baru 47 persen dari 1.022 hektare.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: