23 Oktober 2018
Home / News / Nasional / Pria Bukittinggi minta maaf setelah berkomentar agar TNI dibubarkan

Pria Bukittinggi minta maaf setelah berkomentar agar TNI dibubarkan

Prajurit TNI.

Bukittinggi (RiauNews.com) – Tak berhati-hati berkomentar di dunia media sosial, kembali membuat repot si pengunggah. Kali ini terjadi pada diri Yusrizal (65), warga Bukittinggi, Sumatera Barat, yang komentarnya di medsos menjadi viral pada 12 Oktober 2017, yang sebagian isinya menyinggung agar TNI dibubarkan.

Namun, seperti jamak terjadi, penyesalan selalu datang terakhir. Menyadari kekhilafannya, apalagi setelah didatangi personel TNI dari Korem 032 Wirabraja Kodim 03/04 Agam, Yusrizal kemudian meminta maaf.

“Tidak ada maksud menghina atau menjelekkan TNI, hanya tersulut emosi karena berbagai informasi yang dibaca,” ujarnya, Jumat (13/10/2017), sekaligus dirinya meminta maaf pada keluarga besar TNI dan masyarakat Indonesia.



Ia mengakui baru tiga bulan menjadi pengguna media sosial dan sempat ingin berhenti pada bulan lalu karena tidak nyaman dengan informasi yang beredar. “Namun karena paket internet masih ada, jadi mau dihabiskan dulu,” ungkapnya.

Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan mengakui pihaknya telah memerintahkan anggota untuk menemui Yusrizal, dan bersama tokoh masyarakat setempat pelaku ditemui di rumahnya pada 12 Oktober sekitar pukul 19.00 WIB.

“Berdasarkan pengakuan, yang bersangkutan bermaksud membela TNI. Namun pembaca mana tahu apa maksud dia berkomentar demikian. Yang dibaca masyarakat adalah agar TNI dibubarkan. Kalau TNI bubar, bagaimana nanti keutuhan NKRI,” ujarnya.

Atas tindakan tersebut, Yusrizal dikenakan sanksi wajib lapor sekali dalam dua hari ke Koramil Lubuk Basung. Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam berkomentar maupun menyebarkan informasi di media sosial karena baik informasi positif maupun negatif, dampaknya langsung luas.

Tokoh masyarakat setempat, Syamendra Putra Dt Mulia Basa mengatakan tindakan yang dilakukan oleh Yusrizal tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar hati-hati berkomentar di media sosial. “Jangan sampai membuat gaduh bahkan sampai memecah belah. Kejadian ini harus jadi pelajaran bagi semuanya,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: