Home / Hukum & Kriminal / Polisi ungkap sindikat sabu-sabu Banjarmasin, satu TSK masih duduk di kelas XII

Polisi ungkap sindikat sabu-sabu Banjarmasin, satu TSK masih duduk di kelas XII

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto saat release penangkapan sabu-sabu 3 kg jaringan Banjarmasin. (Kredit: Antara)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Hasil pengembangan kasus penangkapan terhadap dua orang yang berusaha menyelundupkan sabu-sabu dari Pekanbaru ke Jakarta melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, pada Sabtu (17/3/2018) lalu, Kepolisian Resor Kota Pekanbaru berhasil menangkap satu orang lagi berinisial NFR alias Amak Star (20).

Mirisnya, NFR saat ini masih berstatus sebagai pelakar kelas XII, namun sudah menjadi “pemain” besar, karena sabu yang berhasil diamankan polisi dari tangannya mencapai 1,5 kilogram.



“Pelaku lainnya sudah dapat informasinya dan masih dalam pengembangan dengan dukungan Ditresnarkoba Polda Riau,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto di Pekanbaru, Senin (19/3/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, pada akhir pekan lalu, petugas keamanan Bandara SSK II menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu 1,5 kilogram yang dilakukan oleh dua calon penumpang pesawat Batik Air tujuan Jakarta, yang dibawa dengan cara menyelipkan di selangkangan.

Kedua pria calon penumpang pesawat itu masing-masing berinisial DO alias Dede (28) dan MZ alias Zainuddin (37).

Hasil dari pemeriksaan kedua tersangka, Polresta Pekanbaru bergerak cepat dan kembali meringkus seorang tersangka lainnya yakni NFR.

“Seluruh tersangka ini berasal dari Banjarmasin. Mereka sengaja ke Pekanbaru menjemput sabu-sabu untuk dibawa ke Jakarta,” jelasnya.

Pelaku penyelundupan narkoba yang membawa sabu-sabu di selangkangan.

Dia mengatakan, saat ini masih terdapat seorang kurir lainnya yang belum berhasil ditangkap dan diduga berada di Pekanbaru. Ia menuturkan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku ke empat tersebut.

Selain itu, ia juga mengantongi identitas bandar narkoba yang mendalangi sindikat penyelundupan narkoba oleh tiga kurir diatas. Dia tidak merincikan secara jelas pelaku yang dimaksud, hanya saja dia menuturkan saat ini bandar itu juga berada di Banjarmasin.

“Jadi mereka ini diupah oleh pelaku yang mengendalikan dari Banjarmasin dengan masing-masing mendapat Rp15 juta. Ini masih kita dalami karena jaringan mereka terputus,” tuturnya.*** (Antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: