17 Oktober 2017
Home / Hukum & Kriminal / Polisi tembak remaja pemilik senpi rakitan

Polisi tembak remaja pemilik senpi rakitan

(ilustrasi)

Siak (RiauNews.com) – Seorang remaja berusia 18 tahun terpaksa dilumpuhkan dengan cara ditembak di bagian kakinya oleh aparat kepolisian Sektor Kandis, Kabupaten Siak, karena memiliki dua senjata api rakitan dan ratusan amunisi.

Pada peristiwa yang terjadi pada Senin (10/10/2017) malam ini, polisi sebelumnya sudah melakukan pengepungan, namun kemudian tersangka yang berinisial BH, tetap nekat melarikan diri.

“Meski sudah diberikan tembakan peringatan ke udara, namun dia terus melarikan diri. Karena diduga akan membahayakan, personel melakukan penembakan ke arah kaki tersangka dan mengenai paha,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, pada Selasa (11/10/2017) malam.



Namun itu tetap tak menghentikan langkah tersangka, sehingga petugas sempat bergumul dengannya hingga akhirnya dapat diamankan.

Ketika dilakukan penggeledahan, pada tas tersangka ditemukan senpi rakitan yang terbungkus plastik warna hitam beserta amunisi,” tambah Guntur.

Senpi rakitan itu warna hitam dan bergagang plastik warna coklat mirip jenis Revolver. Pistol itu dengan lobang silinder sebanyak enam buah dan di dalam silinder ditemukan satu amunisi jenis “cartridge” dari kuningan.

Lalu pada tas sandang juga berisikan sembilan butir cartridge yang diujungnya tertempel peluru jenis senapan angin. Ada juga satu batang besi bulat padat sepanjang 15 centimeter.

Tidak berhenti sampai di situ, selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah tersangka di Kilometer 84 Kampung Kandis. Di sana ditemukan lagi satu pucuk benda mirip senjata api yang terbuat dari plastik warna hitam.

Selanjutnya ditemukan juga ratusan amunusi diantaranya 52 butir amunisi seperti yang ditemukan di tas. Setelah itu ditemukan juga 104 butir amunisi Cartridge kuningan merek Super Fix PL 22 yang berisi mesiu.

Ada juga satu kotak peluru senapan angin yang terbuat dari timah. Dan terakhir 200 butir peluru senapan angin yang terbuat dari timah.

“Tersangka mengatakan bahwa senpi rakitan tersebut diperoleh dari almarhum ayah kandungnya yang sudah meninggal satu tahun yang lalu. Kepolisian melakukan penyelidikan asal senpi rakitan dan pemeriksaan barang bukti senpi ke Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan,” tutup Guntur.***

Baca Juga

​KPU Riau Masih Tunggu Berkas 17 Parpol Hingga Malam Ini Pukul 00:00 WIB

PEKANBARU (RiauNews.com)- Dari 27 Parpol calon peserta Pemilu 2019, yang mendaftar di Komisi Pemilihan Umum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *