Home / Hukum & Kriminal / Polisi cium “aroma” pencucian uang di kasus Abutours

Polisi cium “aroma” pencucian uang di kasus Abutours

Sejumlah calon jamaah Abutours Medan yang gagal berangkat. (Kredit: Tribunnews)

Palembang (RiauNews.com) – Kasus penipuan terhadap jamaah umrah dalam skala besar yang diduga dilakukan Abu Tours, dicurigasi polisi ada indikasi pencucian uang.

“Mabes Polri sekarang ini tengah melakukan pengembangan pengusutan kasus travel umrah Abutours berkantor pusat di Makassar yang korbannya secara nasional itu,” kata Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Suwandi Prihantoro di Palembang, Selasa (6/7/2018), sebagaimana dilansir Republika.

Khusus untuk mengusut tuntas pengaduan ribuan korban batal berangkat umrah yang berasal dari wilayah hukum Polda Sumsel, pihaknya telah memeriksa empat karyawan Abutours serta mengamankan sejumlah barang bukti dan dokumen untuk kepentingan penyidikan saat melakukan penggeledahan kantor cabang Palembang.

Selain itu, dia juga berupaya segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan Chief Executive Officer (CEO) Abutours and Travel, HM serta Kepala Cabang Palembang, RS.

Dia menjelaskan, masyarakat Sumatera Selatan yang menjadi korban biro perjalanan ibadah umrah itu mengadukan kasus penipuan dan penggelapan ke posko pengaduan yang dibuka Polda setempat sejak pertengahan Februari 2018.

Berdasarkan data, di posko Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, tercatat 8.522 orang menjadi korban penipuan dan penggelapan Abutours dengan total kerugian mencapai Rp109 miliar. Korban travel Abutours di wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu diperkirakan lebih banyak lagi, berdasarkan informasi awal mencapai 7.523 orang.

“Untuk memastikan angka sebenarnya, selain mengumpulkan data dan bukti dari Abutours, masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan uang perjalanan ibadah umrah, diharapkan melapor ke posko yang dibuka di Polda Sumsel dan Polres terdekat dengan tempat tinggal korban,” kata AKBP Suwandi.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: