22 Januari 2018
Home / Hukum & Kriminal / Polda Riau bekuk dua penyelundup 70 ekor trenggiling

Polda Riau bekuk dua penyelundup 70 ekor trenggiling

Trenggiling dan anaknya. (Kredit Foto: DW)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Harga jual trenggiling yang tinggi di negeri jiran, membuat sejumlah pihak yang tak bertanggung jawab terus berusaha untuk menyelundupkan demi mendapat keuntungan ekonomi.

Setelah pada pekan lalu sebanyak 100 ekor trenggiling berhasil diselamatkan oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut Dumai, dari upaya penyelundupan oleh dua orang pelaku, kini giliran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau yang menggagalkan upaya serupa.

Sebanyak 70 ekor trenggiling serta lebih kurang empat kilogram kulit atau sisiknya berhasil diamankan, juga dari dua orang pelaku di Kabupaten Pelalawan.



“Pelaku dua orang AM (25) dan JR (23) diduga melakukan tindak pidana menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan bagian tubuh atau satwa yang dilindungi jenis Trenggiling di wilayah Kabupaten Pelalawan,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Gideon Arif Setiawan di Pekanbaru, Selasa (31/10/2017).

Penangkapan ini berawal dari informasi yang diperoleh Tim Sub Direktorat I pada Senin (30/10), tentang adanya dugaan tindak pidana terhadap Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya itu.

Tim kemudian menuju Pelalawan, dan menemukan kendaraan yang dicurigai membawa satwa dilindungi tersebut melaju dari Kabupaten Indragiri Hulu ke Pelalawan. Lalu tepat di atas Jembatan Pangkalan Kerinci, tim memberhentikan mobil tersebut dan melakukan penggeledahan.

“Dari dalam mobil tim menemukan trenggiling yang dimaasukkan dalam enam kotak keranjang dan juga kulitnya empat kilogram,” ungkap Gideon.

Selanjutnya tim membawa barang bukti tersebut ke Ditreskrimsus Polda Riau di Pekanbaru. Setelah ditimbang total semua berat Trenggiling itu sekitar 301,5 KG. Turut diamankan juga mobil dan satu timbangan dari tersangka.

Gideon menambahkan kedua tersangka diduga merupakan pengumpul Trenggiling dari sejumlah daerah di Pulau Sumatera yang akan diselundupkan ke negara tetangga Malaysia. Penangkapan ini, lanjutnya juga terkait penangkapan sebelumnya oleh Lanal di Perairan Dumai pada pekan lalu.

“Nilai jual satwa dan kulitnya diperkirakan Rp200 juta,” tambahnya

Kedua tersangka yakni AM dan JR, dijerat Pasal 21 junto Pasal 40 Unda RI Nomor 05 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta.*** (antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: