Home / Spesial Riau / Kampar / Peningkatan jalan tinggal janji, warga tujuh desa tidak percaya lagi dengan pemerintah

Peningkatan jalan tinggal janji, warga tujuh desa tidak percaya lagi dengan pemerintah

Inilah kondisi jalan yang hancur lebur. Jalan ini merupakan jalan satu-satunya bagi warga tujuh desa di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. (Kredit: Istimewa)

PEKANBARU (RiauNews.com)-Sudah puluhan tahun masyarakat Tujuh Desa di Kecamatan Kampar Kiri hidupnya menderita akibat kondisi jalan menuju tujuh desa tersebut tidak pernah diperhatikan oleh Pemprov Riau dan Pemkab Kampar.

Musim hujan selalu menjadi momok yang menakutkan bagi warga karena jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga tidak bisa dilalui. Akibatnya warga terancam kelaparan karena kebutuhan pokok warga terhambat untuk sampai ke tujuh desa tersebut. Jikapun sampai, harga kebutuhan melambung tingga hingga tiga kali lipat dari harga normal karena sulitnya menembus jalan yang berlumpur penuh kubangan.



Sudah berkali-kali warga tujuh desa seperti VIII Koto Setingkai, Lubukagung, Sei Sarik, Sei Rambai, Sei Tanjung Harapan, Sei Raja, dan Sei Harapan, mengadu ke Pemprov Riau bahkan melakukan aksi demo ke DPRD Riau atas penderitaan yang mereka alami, namun setakat ini belum ada respon atas penderitaan warga.

“Warga kecewa dan marah pada Pemprov Riau juga DPRD Riau yang hanya bisa berjanji, tapi tidak pernah direalisasikan,” kata tokoh masyarakat VIII Koto Setingkai, Amirullah, Jumat (5/1/2018).

Wajar masyarakat tujuh desa ini kecewa dengan pemimpin mereka dan wakil mereka dilegislator. Upaya melakukan aksi demo ke DPRD Riau telah dilakukan, saat itu mereka ditemui oleh wakil ketua DPRD Riau Ir Noviwaldi Jusman, namun saat ini tidak ada kejelasan soal anggaran jalan tersebut apakah dianggarkan atau tidak di APBD Provinsi Riau tahun 2018, sesuai permintaan warga.

“Info terakhir anggaran untuk jalan tersebut dititip di Unit Pelaksana Teknis Dinas Marga Provinsi Riau, kalau di UPTD setahu saya anggaran yang ada hanya untuk pemeliharaan, yang kami minta peningkatan jalan dari jalan tanah ke jalan rijid beton sepanjang 14 Km. Percuma kalau hanya perawatan, tidak akan menuntaskan persoalan jalan tersebut,” kata Amir.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman baru-baru ini sempat menjajal jalan tersebut, namun tujuannya entah membangun pencitraan menjelang Pilakada Gubernur Riau mengingat Andi maju kembali sebagai Balon Gubernur atau memang Andi serius untuk menuntaskan persoalan jalan tersebut sampai sekarang belum tahu jawabanya, yang jelas sampai saat ini jalan tersebut kondisinya kian parah.

Agar jalan tersebut dapat dilalui jelas Amir, warga secara swadaya dengan kemampuan terbatas bergotongroyong agar jalan bisa dilalui sehingga masyarakat tidak terancam kelaparan.

“Kedepan kami tidak akan percaya lagi dengan pemerintah yang hanya bisa berjanji,” tegas Amir. *** (Tien)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: