23 Januari 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Pemko Pekanbaru larang ASN gunakan gas melon

Pemko Pekanbaru larang ASN gunakan gas melon


Pekanbaru (RiauNews.com) – Pengadaan gas elpiji 3 kilogram atau yang juga dikenal dengan gas melon, awalnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga harganya disubsidi oleh pemerintah.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan banyak terjadi pelanggaran, seperti gas yang dijual ke pengecer, dibeli oleh pengusaha menengah dan juga masyarakat yang tergolong mampu. Akibatnya, sering terjadi kelangkaan gas 3 kg tersebut, meski Pertamina sering mengatakan kuota sudah sesuai.

Guna mengatasi kelangkaan gas yang kerap terjadi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru dengan tegas melarang penggunaan elpiji bersubsidi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya.

“Perintah Pak Walikota (Firdaus) jelas, kepada ASN di Pemko Pekanbaru tidak ada lagi alasan menggunakan elpiji bersubsidi,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman, Jumat (15/9/2017).

Ia menjelaskan bahwa larangan penggunaan gas bersubsidi di kalangan ASN Pemkot Pekanbaru telah disampaikan, baik melalui surat edaran maupun imbauan sejak 2015 silam.

Namun, lanjut Mas Irba, dirinya mengakui sejumlah oknum ASN masih saja membeli tabung gas bersubsidi.

Dia mengakui, sebelumnya Pemkot Pekanbaru sempat memberikan toleransi kepada ASN, terutama ibu-ibu untuk membeli elpiji bersubsidi.

“Karena yang ada saat itu hanya dua pilihan, 3 kilo atau 12 kilogram. Yang 12 kilogram kan berat, totalnya itu bisa 35 kilogram. Kita toleransi lah,” ujarnya.

Namun sekarang, dia menuturkan tidak akan ada lagi alasan serupa karena telah tersedia Bright Gas dengan berat 5,5 kilogram.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: