18 November 2018
Home / Spesial Riau / Rokan Hilir / Pemkab Rohil dilaporkan ke DPRD Riau karena gaji pegawai honorer cuma Rp350 Ribu/Bulan

Pemkab Rohil dilaporkan ke DPRD Riau karena gaji pegawai honorer cuma Rp350 Ribu/Bulan

PEKANBARU (RiauNews.com)-Disaat ekonomi masyarakat tengah terpuruk seharusnya pemerintah lebih memperhatikan nasib rakyatnya, namun tidak bagi Pemkab Rohil, kebijakan memotong gaji pegawai honorer hingga menjadi Rp350/bulan, menambah beban hidup belasan ribu pegawai tersebut semakin berat.

Perihatin dengan nasib para tenaga honorer tersebut, Aliansi Mahasiswa Rohil (AMR) Selasa (23/1/2018) mendatangi DPRD Riau meminta wakil rakyat membantu menyelesaikan persoalan gaji pegawai honorer di kabupaten Rohil yang di bawah UMP dan UMK Rohil.



“Sesuai peraturan pegawai tidak boleh di bayar di bawah UMP dan UMK, namun pegawai honorer guru di Rohil digaji di bawah UMP dan UMK,” sebut Korlap aksi demo Ali Junjung Daulai, dalam orasinya di depan pintu gerbang gedung DPRD Riau.

Menurutnya, sungguh miris pegawai honorer terutama guru , yang berbeda mencerdaskan anak-anak di Rohil menerima gaji yang tak layak, di bawah yang diatur sesuai peraturan.

UMP Riau saat ini mencapai sekitar Rp2,4 jutasedangkan UMK Rohil Rp2,6 juta.

“Pemkab Rohil telah melanggar aturan karena memberikan gaji yang tidak layak,Rp350 ribu, untuk makan saja tidak cukup, maka kami minta wakil rakyat di DPRD Riau membantu menyelesaikan masalah ini, ” tegasnya.

Menurut mereka sudah mengadu ke DPRD Rohil namun sampai sekarang tidak ada respon dan solusi yang di berikan wakil rakyat tersebut,” Maka kami datang kesini dengan harapan Bapak-bapak dapat menindaklanjutinya agar dapat di bantu guru-guru itu,” ulasnya.

Usai aksi demo, Ali Junjung kembali menegaskan, aksi mereka murni tidak ada pihak yang menunggangi juga tidak terkait dengan Pilgubri, oleh karenanya hanya sedikit mahasiswa yang mau ikut aksi itu.

Namun sayangnya tak satupun pimpinan DPRD Riau yang menjumpai para pendemo ini karena tidak satupun mereka berada di gedung rakyat tersebut.

Para pendemo hanya ditemui oleh Sekwan DPRD Riau, Kaharudin. Namun para pendemo cukup puas dengan Jawaban Sekwan DPRD Kaharuddin yang berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka ke anggota dewan , namun menurutnya mahasiswa akan datang kembali setelah sepekan untuk menagih apa solusi dan tindak lanjut wakil rakyat di DPRD terkait masalah itu. Tien

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: