16 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Pemeriksaan ketua Grup Saracen dilimpahkan ke Kejari Pekanbaru

Pemeriksaan ketua Grup Saracen dilimpahkan ke Kejari Pekanbaru

Ketua Grup Saracen, Jasriadi.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Jasriadi selaku ketua sindikat Grup Saracen, kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru, dan pada Kamis (07/12/2017) didampingi tim pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar), dia sudah berada di Kantor Kejari Pekanbaru.

Pelimpahan ini dibenarkan Kepala Seksi Pidana Umum Kejati Pekanbaru, Yusuf Ibrahim, dan mengatakan untuk sementara Jasriadi dititipkan di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk.

“Rencananya akan kita tahan di Rumah Tahanan Kelas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru. Sekarang akan lakukan proses Tahap II, tapi masih menunggu berkas dari tim penyidik,” ucap Yusuf.

Sebagaimana dilansit Antara, ketua tim pengacara Zulkifli, mengatakan bahwa kliennya disangkakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jasriadi sebelumnya ditahan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia dan dilimpahkan ke Pekanbaru karena sudah 120 hari penahahan.

“Karena lokasi dan penangkapannya di sini maka dilimpahkan ke sini, nanti juga kemungkinan sidang di sini tergantung jaksa kapan sidangnya,” ujarnya yang akan mendampingi Jasriadi bersama sembilan pengacara lainnya.

Terkait perkaranya, Zulkifli menyatakan pada intinya Jasriadi tidak menyebar kebencian dan membuat berita hoax untuk kepentingan politik.

Jasriadi, kata dia hanya membuat akun dengan nama orang lain atau memalsukan saja.

“Misalnya ada postingan akun dari Vietnam ada gambar porno, dia hacker dan memakainya agar jangan sampai akun ini masuk ke Indonesia. Jadi kami lihat sangkaan oleh penyidik tidak benar. Memang benar banyak sekitar ribuan akun dibuatnya, tapi bukan untuk ujaran kebencian,” ungkapnya.

Jasriadi, kata dia juga tidak menyudutkan siapapun dan pengusutan kasus ini menurutnya hanya kepentingan politik saja. Itu terlihat juga dari situs miliknya Saracenews.com yang dikatakannya hanya memuat konten yang biasa saja, tidak mengandung unsur ujaran kebencian.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: