23 Februari 2018
Home / Spesial Riau / Pembangunan tol listrik di Dumai, Pertamina: Bolanya ada di PLN

Pembangunan tol listrik di Dumai, Pertamina: Bolanya ada di PLN


Pekanbaru (RiauNews.com) – Terkendalanya pembangunan menara proyek Tol Listik Sumatera di kawasan Bukit Datuk, Kota Dumai yang notabene merupakan milik PT Pertamina, ternyata hanya karena belum adanya kesepakatan apakah PLN akan mengganti rugi atau sewa pakai atas lahan tersebut.

Hal ini diungkapkan Head of Communication and Relations Pertamina RU II Dumai, Audy Arwinandha melalui rilis yang dikirimkan ke media.

Bagi pihaknya tidak masalah PLN melaksanakan pembangunan tersebut, namun harus ada kejelasan sistim apa yang digunakan dalam memakai lahan tersebut.

“Jika sudah ada kesepakatan penggunaan lahan tersebut, apakah akan menggunakan skema ganti rugi atau sistim sewa, maka kami juga tidak masalah untuk dilakukan pekerjaan tersebut. Dalam berita acara pertemuan dengan pihak Kejati tersebut juga dijelaskan, bahwa ada kesepakatan, kalau ganti rugi berapa ganti ruginya, kalau sewa juga berapa kesepakatannya. Kalau sudah jelas, maka silahkan dimulai pekerjaannya, sambil pengurusan izinnya. Itu yang dimaksudkan pekerjaan kontruksi secara paralel,” kata Audy.

Hingga saat ini menurut Audy, pihaknya masih menunggu surat dari pihak PLN untuk menjelaskan skema apa yang akan digunakan. Jika pihak PLN sudah mengirimkan surat, maka ia menyatakan pihaknya berjanji akan segera membalas surat dari PLN.

“Jadi bolanya ada di PLN, bukan pada kami. Jangan seolah-olah kami menghambat pekerjaan ini. Sebagai perusahaan negara, kami juga sadar bahwa ini merupakan proyek strategis nasional dan kami dukung. Tapi bagaimana pun kami tetap harus menggunakan peraturan pemerintah tentang BUMN. Artinya prosedur tetap harus dijalankan,” tuturnya.

Bagi Pertamina, lanjut Audy, apapun sistem yang digunakan tak masalah, baik ganti rugi ataupun sewa.

“Kalau PLN mau prosesnya ganti rugi, itu prosesnya akan cukup lama karena nantinya juga akan ada prosedur penghapusan aset Pertamina. Tapi tak masalah bagi kami. Yang penting pihak PLN harus menyampaikan kepada kami, sehingga kami punya pegangan yang jelas,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: