17 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Oknum ASN ini raup ratusan juta hasil tipu 70 pencaker

Oknum ASN ini raup ratusan juta hasil tipu 70 pencaker


Pekanbaru (RiauNews.com) – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Provinsi Riau diperkirakan berhasil meraup ratusan juta rupiah, hasil dari melakukan penipuan terhadap 70 pencari kerja.

Adapun modusnya adalah dengan mengiming-imingi korban nantinya bisa menjadi tenaga honorer di lingkungan Pemprov Riau, dengan mahar Rp2-20-an juta. Namun setelah korban menyetorkan uang, pekerjaan yang ditunggu tak juga datang, pelaku bahkan menghindar saat para korbannya menanyakan kepastian.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Wakil Kepala Satreskrim Polresta Pekanbaru AKP Fajri, saat ekspos dengan tersangka AL (40), di Mapolresta Pekanbaru, Kamis (14/9/2017).

“Sudah dua tahun beraksi, korbannya ada sekitar 70 orang. Dari pengakuan tersangka uang itu digunakannya untuk membayar hutangnya,” kata AKP Fajri.

Biasanya, lanjut Wakasat, tersangka meminta para korbannya untuk membayarkan uang tersebut di tempat-tempat umum seperti halaman kantor, lobi hotel dan di jalan. Selain itu, AL yang sudah bekerja sebagai ASN selama satu tahun empat bulan tersebut mengaku kalau dalam melakukan aksinya dia tak sendirian.

“Ada pihak lain. Dia ngakunya gak sendirian, tapi ini masih dalam pengembangan,” kata Fajri.

Kepolisian telah menetapkan oknum tersebut sebagai tersangka, pada Rabu (13/9) setelah diciduk pada Selasa (12/9). Penetapan statusnya tersebut dilakukan setelah dilakukannya penyelidikan dan pengumpulan alat bukti dan gelar perkara untuk peningkatan statusnya itu.

Dalam laporan polisinya awalnya korban adalah seorang guru bernama Riowati (34). Riowati menyebutkan bahwa AL menjanjikan kalau dia bisa memasukkan korban sebagai tenaga honorer di Pemprov Riau.

Kemudian agar dapat bekerja maka korban harus membayar sejumlah uang sebesar Rp 23 juta. Uang itu diserahkan korban di Jalan Diponegoro, Kelurahan Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru Kota, pada Jumat (27/5/2016).

Setelah ditunggu-tunggu, ternyata pelaku tak juga memasukkan korban bekerja disana. Malahan pelaku selalu menghindar dari korban hingga merasa mengalami kerugian hingga puluhan juta. Demikian Antara.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: