Home / News / Kesehatan / Milkshake ternyata bisa bahaya bagi kesehatan

Milkshake ternyata bisa bahaya bagi kesehatan

Milkshake merupakan salah satu minuman tinggi kadar lemak. (Kredit: Delish)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Milkshake saat ini menjadi minuman favorit bagi sebagian generasi “jaman now” saat nongkrong bersama teman-teman di cafe. Namun, tahukah anda mengkonsumi milkshake secara rutin ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Sebuah penelitian kecil menujukkan bahwa setiap seseorang mengkonsumsi jenis makanan atau minuman tinggi lemak seperti milkshake, dapat menyebabkan perubahan yang tidak sehat dalam pembuluh darah dan sel darah merah pada tubuh. Penelitian menyebutkan milkshake tak begitu baik untuk pembuluh darah dalam tubuh.



Dilansir dari Livescience, saat dilakukan tes laboratoroum kepada 10 pria sehat setelah empat jam meminum milkshake yang mengandung 80 gram lemak serta 1.000 kalori. Hasilnya pembuluh darah para pria itu kurang mampu untuk melebar atau rileks. Beberapa sel darah mereka berubah bentuk menjadi runcing, bukan halus.

“Sel darah merah biasanya bagus, halus dan indah. Namun setelah para pria itu konsumsi makanan tinggi lemak, sel darah merah mengalami lonjakan ini, dan dapat mempengaruhi aliran darah,” kata seorang profesor biologi sel dan anatomi di Universitas Kedokteran Augusta University of Georgia, Julia Brittain.

Namun masyarakat tak perlu panik bila terlanjut memakan double cheeseburger atau milkshake ukuran besar. Para peneliti mengatakan efek dari mengkonsumi makanan dan minuman berlemak tinggi mungkin hanya sementara bagi yang sehat.

Namun diingatkan, seiring waktu bisa mengkonsumsi terlalu sering, bahkan rutin bisa menjadi masalah.

“Hal yang penting adalah tubuh Anda biasanya dapat menangani ini jika Anda tidak melakukannya lagi pada makan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya,” kata Brittain.

Peneliti menambahkan, temuan mereka ini dapat membantu menjelaskan laporan kematian seperti serangan jantung pada orang-orang, tepat setelah mereka mengonsumsi makanan super-tinggi-lemak. Para pria dalam penelitian ini juga mengalami peningkatan sementara dalam kadar enzim yang disebut myeloperoxidase. Hal itu telah dikaitkan dengan pembuluh darah kaku dan serangan jantung pada manusia.

Namun para peneliti menekankan penelitian ini sangat kecil. Artinya para peneliti tidak tahu pasti apakah sel darah runcing berbahaya bagi kesehatan vaskular manusia. Mereka masih akan melanjutkan penelitian untuk menyelidiki efek ini lebih lanjut.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: