19 Agustus 2018
Home / News / Nasional / Meski dibatalkan Presiden, Mendikbud tegaskan aturan lima hari sekolah tetap berjalan

Meski dibatalkan Presiden, Mendikbud tegaskan aturan lima hari sekolah tetap berjalan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Jakarta (RiauNews.com) – Meski Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 Tahun 2017 tentang lima hari sekolah atau penerapan full day school telah dibatalkan oleh Presiden Joko Widodo, namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan Permen tersebut tetap berjalan.

“Aturan itu menjadi payung hukum bagi Kemendikbud untuk menjalankan program penguatan pendidikan karakter (PPK),” sebutnya.

Muhadjir berdalih, Kemendikbud tidak pernah punya program full day school. Program yang tertuang dalam aturan tentang hari sekolah itu terkait kebijakan penguatan pendidikan karakter (PPK). “Program tersebut tetap dilaksanakan,” kata dia kepada wartawan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyempurnakan program itu. Bahkan, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menegaskan, permendikbud itu akan ditingkatkan dengan Peraturan Presiden (Perpres). “Isi peraturan akan disempurnakan dengan melibatkan beberapa pihak termasuk MUI dan beberapa organisasi kemasyarakatan,” ujar dia.

Ia kembali menegaskan, rencana kebijakan lima hari sekolah (LHS) merupakan keputusan Rapat Kabinet Terbatas pada 3 Februari 2017 tentang program Nation Branding. Dalam rapat itu, Presiden Joko widodo menyetujui usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait menyinkronkan libur sekolah dengan libur pegawai.

Dengan demikian, hari sekolah hanya berlangsung selama lima hari, yaitu Senin sampai Jumat. Pada Sabtu dan Minggu, masyarakat dapat menggunakan sebagai waktu berlibur masyarakat sehingga mereka bisa menikmati kekayaan budaya dan alam Indonesia.

“Karena itu, hal tersebut agar ditindaklanjuti. Jadi tidak benar kalau masalah tersebut belum pernah dibahas di rapat kabinet terbatas,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: