21 Oktober 2018
Home / News / Bisnis / Merugi, Bank DKI cabang Pekanbaru hentikan operasional Agustus mendatang

Merugi, Bank DKI cabang Pekanbaru hentikan operasional Agustus mendatang

Pekanbaru (RiauNews.com) – Karena terus merugi sejak melebarkan sayapnya ke Provinsi Riau, Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta yang memiliki kantor cabang di Jalan Sudirman Pekanbaru, terpaksa ditutup terhitung 14 Agustus 2017 mendatang.

Hal ini diungkapkan langung oleh Corporate Secretary Bank DKI, Zulfarshah, Kamis (27/7/2017), di mana dikatakan penutupan tak hanya dilakukan paca cabang Pekanbaru, tetapi juga pada kota-kota lainnya di luar Pulau Jawa, antara lain Medan, Palembang, Makasar dan Balikpapan.

“Penutupan ini dilakukan pihak manajemen bank disebabkan tingginya beban operasional cabang di daerah luar Pulau Jawa,” katanya.

Dijelaskannya juga, selama rentang waktu Juli hingga Agustus 2017 bank milik Pemda DKI ini juga melakukan penutupan Kantor Cabang Pembantu di Bandung.

Selain alasan tingginya biaya operasi di sejumlah cabang itu, kondisinya diperparah dengan jumlah Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet di lima kantor cabang cukup tinggi.

“Lima kantor cabang yang dilakukan penutupan tersebut NPL nya tinggi,” ujarnya.

Secara nasional NPL Bank DKI pada 2015 mencapai angka 7,9 persen yang menyebabkan bank masuk pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Untuk cabang Kota Pekanbaru hingga periode Juli 2017 NPL nya jauh di atas nasional,” ujarnya.

Diakuinya kondisi ini bisa terjadi karena kurangnya kapabilitas SDM yang ada di daerah untuk menekan kerugian dan rasio NPL. Selain itu keterbatasan segmen pasar dari bisnis bank di saerah juga jadi salah satu penyebab kebijakan penutupan tersebut diambil.

Terkait dengan penutupan ini pihak Bank DKI sudah memberikan laporan kepada pihak OJK dan telah disetujui dengan Surat OJK Nomor S-186/PB.12/2017.

“Dengan adanya penutupan ini kita bertanggung jawab sepenuhnya untuk seluruh penyelesaian permasalahan pada nasabah sesuai peraturan dan kesepakatan nasabah. Kami akan terima segala keluhan masyarakat,” katanya.

Untuk menangani permasalahan dengan nasabah, bank telah membentuk tim taskforce. Penyelesaian masalah dengan nasabah manajemen memberikan masa transisi mulai dari 14 Agustus hingga Akhir Oktober 2017.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: