22 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Membunuh kemudian bakar pacar sendiri, pelaku divonis seumur hidup

Membunuh kemudian bakar pacar sendiri, pelaku divonis seumur hidup

(ilustrasi penjara)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Supriyadi alias Adi, pemuda yang masih berusia 27 tahun, harus menghabiskan sisa umurnya dalam dinginnya kamar penjara. Hal ini setelah Majelis Hakim dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Pekanbaru, memvonis terdakwa dengan hukuman seumur hidup, Kamis (29/3/2018).

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Bambang Myanto ini menyatakan bahwa terdakwa secara yakin dan sah telah bersalah melanggar Pasal 340 KIHPidana tentang Pembunuhan Berencana.



“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,” tegas Hakim Bambang Myanto sambil kemudian mengetuk palu.

Hakim menyebut, perbuatan Supriyadi telah mengakibatkan keresahan dan menghilangkan nyawa orang lain merupakan sebagai hal memberatkan dalam putusan tersebut.

Menanggapi putusan itu, Supriyadi dan kuasa hukumnya Azman Hadi menyatakan pikir-pikir untuk melakukan upaya hukum selanjutnya. Namun Azman menilai hal tersebut sudah setimpal dengan kesalahan yang diperbuat kliennya.

“Hukuman itu sesuai bagi terdakwa tapi kita tetap pikir-pikir untuk melakukan langkah hukum selanjutnya,” kata Azman.

Hukuman terhadap Supriyadi lebih ringan dari tuntutan JPU, Budi dan Eric, yang sebelumnya menuntut hukuman mati. “Kami juga pikir-pikir,” kata JPU.

Demikian juga dengan keluarga korban, mereka terlihat menerima putusan tersebut. Ayah korban, Basri dengan wajah berkaca-kaca saat mengikuti sidang itu mengatakan menerima putusan hakim.

Dalam dakwaan JPU, pembunuhan dilakukan Supriyadi pada 15 Agustus 2017 sekira pukul 22.00 WIB, di Jalan Yos Sudarso KM 08, RT 01 RW 09, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Sebelumnya, terdakwa janjian bertemu dengan korban.

Sebelum wanita berparas cantik dan berkacamata itu berakhir tragis, terdakwa janjian bertemu dengan korban. Setelah menjemput korban, Supriyadi membawanya ke Jalan Yos Sudarso KM 8. Di sana, mereka bermesraan dan melakukan hubungan badan.

Setelah itu, korban kembali meminta Supriyadi untuk bertanggungjawab agar segera menikahinya karena kehamilannya semakin besar. Merasa terus didesak dan tak punya uang, terdakwa jadi kalap dan menarik jilbab yang dikenakan korban.

Supriyadi membunuh korban dengan jilbab yang dikenakannya. Untuk menghilangkan jejak, terdakwa membakar korban. Setelah itu, jasad korban ditinggalkan begitu saja di jalan.

Kejadian pembunuhan tersebut menghebohkan warga Kota Pekanbaru lantaran dilakukan secara sadis. Tidak butuh waktu lama, jajaran Polsek Rumbai berhasil meringkus terdakwa di kediamannya.*** (Antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: