20 Oktober 2018
Home / Hukum & Kriminal / Licinnya Satriandi

Licinnya Satriandi

Satriandi yang kakinya patah saat meloncat dari lantai delapan Hotel Aryaduta Pekanbaru, pada Mei 2015 lalu. (Kredit: Haluan Riau)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Satriandi bisa dibilang licin bagai belut. Pecatan polisi ini berulang kali sukses mengelabui aparat penegak hukum, meski sudah berhasil menangkapnya.

Terbaru, dia berhasil kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru pada Rabu (22/11/2017), setelah menodongkan senjata api kepada petugas jaga.

Pelariannya ini seperti sudah terencana dengan matang, sebab begitu kabur dari pintu lapas, sudah ada mobil yang menunggu untuk membawanya kabur.

Nama Satriandi mencuat saat polisi melakukan penggerebekan di Hotel Aryaduta Pekanbaru pada awal Mei 2015 lalu.

Waktu itu polisi berhasil membongkar jaringan narkoba setelah tak sengaja menangkap seorang kurir yang mengalami kecelakaan di Jalan Gajah Mada Pekanbaru. Dari kejadian ini, pria berinisial AN, pengemudi dari mobil yang kecelakaan, polisi menemukan beberapa bungkusan plastik yang berisi ribuan ekstasi.

Dari situ polisi mengembangkan kasus sehingga dilakukan penggerebekan terhadap Satriandi, yang berada di lantai delapan hotel Aryaduta.

Bukannya menyerah, dia nekat melompat ke luar melalui jendela hotel. Ajaibnya, dia tidak tewas, namun mengalami luka dan beberapa ruas tulangnya patah.

Posisi Satriandi di halaman Hotel Aryaduta usai meloncat dari lantai delapan. (Kredit: Goriau)

Meski sudah berada di “tangan” polisi, Satriandi berhasil lolos dari jeratan hukum, karena ternyata memiliki surat kuning dari Rumah Sakit Jiwa, yang menandakan dia kurang waras.

Pada akhir 2016, Satriandi kembali berurusan dengan polisi karena kasus pembunuhan terhadap seorang warga Pekanbaru bernama Jodi Setiawan.

Jodi sendiri merupakan saingan Satriandi dalam bisnis barang haram di Kota Pekanbaru.

Dia sudah dijatuhi humkuman 12 tahun penjara namun mengajukan banding .

Sebenarnya Satriandi masih berstatus tahanan Rumah Tahanan Sialang Bungkuk lalu dipindah ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru, kata Kepala Lapas Kelas II A Pekanbaru, Yulius Syahruza.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: