21 September 2018
Home / Spesial Riau / Kepulauan Meranti / Lahan terbakar di Meranti dipasangi garis polisi

Lahan terbakar di Meranti dipasangi garis polisi

Pemasangan garis polisi di lahan yang terbakar.

Pekanbaru (RiauNew.com) – Guna menyelidiki sebab-sebab kebakaran yang menghanguskan 211 hektar lahan gambut di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, beberapa hari lalu, Kepolisian Daerah Riau memasangi garis polisi di lahan yang terbakar.

“Kami sedang mendalami asal api yang membakar lahan gambut di sana. Lokasi awal sudah ditemukan dan telah dipasangi garis polisi,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Senin (19/2/2018).

Guntur menjekaskan dari keseluruhan lahan yang terbakar tersebut, 50 hekatar diantaranya merupakan lahan yang dikuasai PT Nasional Sagu Prima (NSP), perusahaan yang juga pernah tersangkut kasus karhutla 2015 lalu.



Dalam upaya penyelidikan, Guntur menjelaskan penyidik masih perlu mendalami dan mengukur ulang total luasan lahan terbakar, termasuk memintai keterangan ahli dan melakukan audit pada lahan yang terbakar.

“Keterangan ahli, audit itu bagian dari proses penyelidikan,” ujarnya.

Selain itu, Guntur juga mengatakan penyelidikan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Meranti dengan dukungan Polda Riau telah memeriksa sejumlah saksi.

Sedikitnya empat saksi telah diperiksa dalam upaya mengungkap kasus kebakaran terhebat di awal 2018 tersebut.

Sementara itu, terkait kebakaran yang terjadi di PT NSP, Guntur mengatakan pihaknya juga telah melakukan penyelidikan. Dia menjelaskan, diduga kuat lahan yang terbakar di PT NSP itu berasal dari luar kawasan perusahaan.

“Dugaan asal dari luar perusahaan. Humas perusahaan NSP sebelumnya juga telah melapor ke polisi saat lahan tersebut terbakar. Namun kita masih terus melakukan pendalaman,” ujarnya.

Guntur mengatakan pada Senin ini seluruh titik-titik api telah berhasil diatasi. Keberhasilan itu tidak lepas dari hujan lebat yang mengguyur lokasi tersebut pada Minggu dinihari kemarin (18/2).*** (Antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: