23 November 2017
Home / News / Nasional / KPK sebut Setya Novanto tak bisa gunakan hak imunitas jika tersangkut korupsi

KPK sebut Setya Novanto tak bisa gunakan hak imunitas jika tersangkut korupsi

Setya Novanto

Jakarta (RiauNews.com) – Untuk kesekian kalinya Setya Novanto tak memenuhi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi, baik diperiksa sebagai saksi mapun sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-e).

Alasan yang dipakai oleh Ketua DPR RI tak memenuhi panggilan tersebut adalah, sebagai anggota DPR Setya Novanto merasa memiliki hak imunitas, seperti yang tertuang dalam Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Menanggapi alasan tersebut, lembaga anti rasuah melalui Juru Bicara Febri Diansyah, menyebut Setya Novanto tak bisa gunakan hak imunitas anggota dewan untuk berlindung ketika diduga melakukan korupsi.



“Hak imunitas tidak mencakup bisa melindungi orang karena diduga melakukan korupsi atau mengetahui informasi terkait korupsi,” ucap Febri di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Febri menyatakan, pihaknya khawatir alasan Setnov mangkir dengan menyebut memiliki hak imunitas sebagai anggota DPR bisa dinilai masyarakat sebagai orang yang kebal hukum, sehingga tak bisa diperiksa.

Dilansir CNN Indonesia, Setnov telah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Ada beragam alasan yang dipakai Ketua Umum Partai Golkar itu untuk menghindari proses hukum lembaga antirasuah.

Setnov pada panggilan sebagai saksi kemarin, Senin (13/11), lebih memilih melakukan kunjungan kerja ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan daerah pemilihannya selama empat periode duduk sebagai wakil rakyat di Senayan.

KPK pun telah melayangkan surat panggilan kepada Setnov selaku tersangka korupsi proyek e-KTP untuk diperiksa esok, Rabu 14 November 2017. Lembaga yang dipimpin Agus Rahardjo Cs itu berharap mantan Ketua Fraksi Golkar itu datang memenuhi panggilan.

“KPK sampai saat ini menetapkan SN sebagai tersangka dan kami harap datang penuhi panggilan KPK,” kata Febri. ***

Baca Juga

PSG lumat Celtics 7-1

Paris (RiauNews.com) – Klub kaya wakil Ligue 1, Paris Saint Germain, masih terlalu tangguh bagi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *