Home / Spesial Riau / Siak / Korsleting listrik penyebab kebakaran yang menghanguskan Pecinan di Siak

Korsleting listrik penyebab kebakaran yang menghanguskan Pecinan di Siak

Kebakaran di Kampung Cina, Siak Sri Indrapura di lihat dari udara. (Kredit: Goriau)

Siak (RiauNews.com) – Penyebab kebakaran yang menghanguskan 54 bangunan tua di perkampungan Cina (pecinan) di Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak pada 17 Februari 2018 silam, dipastikan akibat korsleting listrik.

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Siak AKBP Barliansyah, dalam rilis kepada media, setelah mendapatkan hasil dari Loboratorium Forensik (Labfor) Medan.



“Hasil tim Labfor yang sudah turun ke lapangan bulan lalu menunjukkan penyebab kebakaran karena percikan-percikan atau bunga api listrik (spark) bersuhu tinggi akibat peristiwa hubungan singkat listrik (short circuit),” ucap Barliansyah, Kamis (22/3/2018).

Dijelaskan, api pertama kali berasal dari rolling door Toko Purnama lama, kemudian merambat ke bangunan lainnya dengan cepat karena puluhan rumah toko (ruko) di kawasan tersebut adalah semi permanen.

“Penyebab kebakaran adalah tersulutnya barang-barang yang mudah terbakar di lokasi api pertama kebakaran,” katanya lebih lanjut.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB usai perayaan pergantian malam tahun Imlek itu sedikitnya melahap 54 bangunan yang terdiri dari ruko, rumah sewa dan bekas SMP pertama di Kabupaten Siak yang sudah berusia lebih dari 50 tahun.

Dalam peristiwa tersebut tidak menimbulkankorban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp15 miliar.

Kawasan Kampung Cina di Siak Sri Indrapura sendiri sudah menjadi kawasan wisata, karena letaknya yang tidak jauh dari istana Siak dan Klenteng Hock Siu Kiong. Jarak dari kedua objek wisata itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Di kawasan ini seluruh ruko berjejer rapi di kiri-kanan sepanjang jalan Sultan Syarif Kasim, dengan warna seragam bewarna merah, tetapi kini hanya tersisa beberapa bangunan saja paskakebakaran.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: