13 Desember 2018
Home / Utama / Konsultan Andalalin Fly Over di Pekanbaru Ini Pekerjaannya Tidak Dibayar PUPR Provinsi Riau

Konsultan Andalalin Fly Over di Pekanbaru Ini Pekerjaannya Tidak Dibayar PUPR Provinsi Riau

Girder untuk pembangunan fly over simpang SKA Pekanbaru. Tien

PEKANBARU (RiauNews.com)-Emlasmi konsultan Analisa Dampak Lingkungan Lalulintas Andalalin dari PT Nusa Karya Parma yang menyusun Andalalin relakayasa lalulintas dua fly over jalan Jalan Soekarno-Hatta SKA dan Fly Over Soekarno Hatta Pasar Pagi, tidak menyangka pekerjaan yang telah dituntaskannya tidak dibayar oleh Dinas PUPR Provinsi Riau.

Padahal untuk membuat Andalalin tersebut Em telah mengeluarkan dana sekitar Rp200 juta lebih.

“Awalnya saya diminta oleh Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau, Yunan untuk mengerjakan Andalalin dua fly over di jalan tersebut, namun setelah tuntas saya tagih jasa pekerjaan saya, Yunan mengatakan akan memotong uang jasa tersebut sebesar Rp100 juta, dengan alasan membayar upah uji laboraturium di Universitas Islam Riau. Permintaan Yunan tersebut saya tolak karena tidak ada kaitannya dengan pekerjaan saya,” ujarnya.

Dijelaskan Emlasmi mendapat penolakan tersebut, Yunan kecewa dan mengatakan tidak akan membayar kontrak pembuatan Andalalin tersebut dan Em disarankan Yunan menagih ke kontraktor pelaksana pembangunan fly over. Padahal hasil kajian Andalalin tersebut sudah dipakai oleh kontraktor pembangunan fly over karena sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Dirlantas Polda Riau dan dinas PUPR sendiri.

Atas nasib yang dialaminya, Emlasmi telah melaporkan persoalan tersebut kepada ketua komisi IV DPRD Riau, Husni Thamrin dan Husni berjanji akan meminta penjelasan dari Yunan. ” Laporan saya telah direspon oleh ketua komisi IV DPRD Riau, dalam waktu dekat ini komisi IV akan dipanggil,” terangnya.

Em berharap haknya segera dibayarkan oleh dinas PUPR Provinsi Riau.

Sementara itu Yunan mengatakan dirinya tidak pernah bekerjasama dengan Emlasmi untuk membuat Andalalin ia malah mengatakan Andalalin yang dipakai untuk dua fly over tersebut adalah punya Yudi.

“Tidak benar saya makai Andalalin punya Emlasmi, yang saya pakai punya Yudi,” jelasnya.

Jika benar apa yang dikatakan Emlasmi, dirinya menantang Emlasmi untuk melaporkan kepihak yang berwajib,” Jika dia (Em-red) merasa benar kenapa tidak lapor polisi, kok malah lapor sama wartawan,” katanya dengan nada tinggi.

Kalau untuk Andalalin konfirmasi saja sama Yudi nanti saya kasih nomornya,” tutup Yunan.

Sementara itu Yudi dihubungi melalui pesan Whattshap membenarkan Andalalin yang dipakai untuk dua fly over itu adalah miliknya.

“Andalailin yang di Em itu adalah laporan saya yang di ambil dipercetakan, harusnya laporan tersebut masih ada perbaikan, karena si Em itu operator komputer kami, saya ijinkan dia untuk mengambil laporan tersebut untuk di perbaiki,” katanya.

Ditanya apakah bisa mendapat salinan Andalalin yang ia buat untuk dicrosscek dengan Andalain yang dibuat Em, Yudi tidak mau menjawab.

Begitu juga pertanyaan apakah benar ia seorang konsultan dan apakah Andalalin yang menurutnya dipakai ole PUPR telah dibayar PUPR ? Ia hanya menjawab” Leader kami pak Tito”jawabnya.

Wartawan meminta no hp pak Tito, namun sekali lagi pertanyaan itu tidak dijawab.

Tito yang dimaksud Yudi melalui pesan Whattshap mengatakan dirinya tidak ada sangkut paut dengan Andalalin tersebut.

“Waalaikumussalam , perlu saya sampaikan bahwa saya sama sekali tidak terlibat dalam andal lalin seperti dalam tulisan bp. , karena saat itu saya dalam kondisi sakit . Mohon perbaiki tulisan tersebut . Terima kasih,” kata Tito. Tien

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: