19 Januari 2018
Home / Utama / Kondisi Jalan Tidak Pernah Diperhatikan, Rakyat Lima Desa di Kampar Belum Merdeka

Kondisi Jalan Tidak Pernah Diperhatikan, Rakyat Lima Desa di Kampar Belum Merdeka

Surat Berita Acara Kesepakatan yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Riau Ir Noviwaldi Jusman dan dua anggota DPRD Riau. (Kredit Foto: Istimewa)

PEKANBARU (RiauNews.com) – Sudah puluhan tahun masyarakat Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar merasakan penderitaan, khususnya masyarakat Desa Tanjung Mas, Desa Tanjung Harapan, Desa IV Koto Setingkai, Desa Sungai Sarik, Desa Muara Selaya, Desa Sei Rambai, dan Desa Sei Asam.

Pasalnya hingga kini akses jalan menuju tujuh desa tersebut tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah, jalan tanah tidak bisa dilalui oleh kenderaan roda empat, penderitaan ribuan warga ini kian bertambah ketika musim penghujan datang, jalan tersebut sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan akibatnya ribuan jiwa warga terisolir bahkan terancam kelaparan.



Menyikapi hal tersebut Himpunan Pelajar Mahasiswa Rantau Setingkai (Hipemars) melakukan aksi demo ke DPRD Riau berharap DPRD Riau menganggarkan dana pembangunan jalan sepanjang 14 Km di APBD Provinsi Riau.

“Di musim hujan kami melewati jalan ini bagaikan kerbau mandi dikubangan, pada musim kemarau jalan yang kami lewati bagaikan melewati gurun pasir gersang, tandus, dan berdebu. Maka kami berharap sekali adanya perhatian pemerintah terhadap jalan ini mengingat peranan penting jalan ini bagi kelangsungan kehidupan bagi masyarakat tujuh Desa yang ada di dalamnya,” ujar Ketum Hipemars. Jurisman.

Menurut mahasiswa, ini bukan pertamakalinya mereka menyampaikan tuntutan, pada pertengahan bulan Maret yang lalu tepatnya pada tanggal 20 maret 2017 Mahasiswa beserta masyarakat telah melakukan audiensi di DPRD Riau, menuntut perbaikan jalan lintas Lipatkain-Desa IV Koto Setingkai ( Lubuk Agung) sepanjang 14 KM. Audiensi yang dilakukan mendapatkan perhatian dan berkesempatan Hearing bersama DPRD Provinsi Riau Komisi D beserta PU Provinsi Riau.

Jalan di Kampar Kiri masih banyak yang berupa tanah sehingga sulit dilewati kendaraan.

Pada saat itu PU dan DPRD Riau berjanji akan menganggarkan perbaikan ( pengaspalan) jalan lintas Lipatkain- Desa IV Koto Setingkai.

“Namun hingga sampai saat ini janji yang diutarakan oleh Pemprov Riau hanya janji manis untuk menghibur amarah masyarakat sejenak,”imbuhnya.

Usai berorasi 15 orangt perwakilan mahasiswa diterima Wakil Ketua DPRD Riau Ir Noviwaldi Jusman, para mahasiswapun menyampaikan tuntutan yakni penyelesaian pengaspalan /rigit pavement (jalan Beton-red) ruas Jalan Lipatkain–Desa IV Koto Setingkai (Lubuk Agung) sepanjang 14 KM.

“Jika tuntutan ini tidak ditindak lanjuti dalam waktu 1X24 Jam, kami akan bertahan hingga keputusan persetujuan dikeluarkan,” kata mahasiswa.

Deded biasa Noviwaldi Jusman dipanggil, mengatakan pihaknya menerima apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dan berjanji akan menganggarkan pembangunan jalan tersebut di APBD Provinsi Riau 2018.

” Kalau di APBD Perubahan 2017 tidak mungkin lagi, nanti kita anggarkan di APBD murni 2018,” kata Deded biasa Noviwaldi disebut.

Usai mendengar penjelasan Deded dan meneken Berita Acara Kesepakatan, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.*** (tien)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: