Home / Hukum & Kriminal / Ketua RT dan RW jadi tersngka penelanjangan dua sejoli

Ketua RT dan RW jadi tersngka penelanjangan dua sejoli

Pasangan yang digerebek, ditelanjangi dan diarak warga saat dimintai keterangannya oleh Kapolres Tangerang Kombes Sabilul Alif. (Kredit Foto: Merdeka.com)

Tangerang (RiauNews.com) – Kasus penelanjangan sepasang kekasih R dan MA, yang kemudian diarak keliling Kampung Kedu RT 7, RW 3, Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, berbuntut masalah hukum.

Polisi menetapkan enam warga setempat sebagai tersangka kasus yang menjadi viral karena direkam dan tersebar luas di media sosial. Padahal, tuduhan itu sama sekali tidak terbukti.

Mereka yang dijadikan tersangka adalah Ketua RT 7 berinisial T, Ketua RW 3 berinisial G, kemudian empat warga lainnya yaitu A, I, S, dan N. Mereka dikenakan pasal penganiayaan dan atau perbuatan melawan hukum.‎



‎Dari hasil pemeriksaan, para tersangka tidak berusaha melaporkan kasus kepada pihak berwajib pada Jumat (10/11/2017), malam.

“Aparat setempat tidak ada yang dihubungi, lurah dan babinkamtibmas tidak tahu. Itu indikasinya,” kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Tangerang Komisaris Wiwin Setiyawan ketika ditemui wartawan, Selasa (14/11/2017).

‎Kapolres Kabupaten Tangerang Ajun Komisaris Besar Sabilul Alif ‎menambahkan T adalah orang yang pertamakali mendobrak pintu dan menuduh R dan MA berbuat mesum.

“Dia juga sempat memobilisasi massa. ‘Ayo lihat sini kalau yang mau mengabadikan’. Ketua RT yang memvideokan juga, dia juga melakukan penganiayaan. Sedangkan Ketua RW-nya dia juga ikut memukuli. Justru RT dan RW ini yang memprovokasi,” kata Sabilul.

Lurah Sukamulya Budi Muhdini mengaku tidak tahu sama sekali tentang kejadian itu. Dia baru tahu sehari setelah peristiwa.

“Itu kejadiannya kan Jumat (10/11/2017) malam. Saya baru tahu Sabtu sore,” katanya.

‎Bintara Pembina Kamtibmas Kelurahan Sukamulya Sersan Mayor Yusgianto juga tidak mendapatkan laporan mengenai penggerebekan. Dia baru tahu pada Sabtu pagi.

Yusgianto mengaku membantu polisi menangkap para tersangka.

“Saya baru tahu kejadian Sabtu pagi. Setelah ada laporan polisi, kita juga bantu mencari ‎pelaku untuk mendatangi satu-satu untuk menyerahkan diri. Dan mereka nurut,” tuturnya.*** (suara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: