23 Februari 2018
Home / News / Internasional / Kebijakan setengah hati Israel soal Al Aqsa picu kerusuhan

Kebijakan setengah hati Israel soal Al Aqsa picu kerusuhan

Pihak keamanan Israel yang mengontrol kompleks masjid Al Aqsa, Yerusalem.

Jerusalem (RiauNews.com) – Kebijakan Israel yang dianggap setengah hati atas pencabutan larangan shalat di Masjid Al Aqsa, memicu kerusuhan pada Jumat (28/7/2017). Penyebabnya pemerintah negara zionis tersebut hanya memperbolehkan anak-anak dan pria berusia di atas 50 tahun masuk ke Al Aqsa.

Padahal, sehari sebelumnya, ada seruan bagi seluruh warga muslim untuk salat Jumat di masjid yang menjadi tempat Nabi Muhammad isra’ ini, sebagai bentuk syukur. Mereka berhasil membuat Israel mencabut semua peralatan pengamanan seperti detektor metal dan CCTV yang terpasang sejak dua pekan lalu.

Para pemuda Palestina yang tidak bisa memasuki Al Aqsa akhirnya menunaikan salat Jumat di jalan-jalan tepat di depan barikade pasukan Israel. Kekecewaan itu memicu bentrok di Kota Bethlehem, Nablus, Kalkilya, Hebron, dan Kafr Qadum di Tepi Barat serta di Kota Tua Jerusalem.

”Saya katakan kepada kamu Netanyahu, kamu pengecut. Kami akan terus melindungi Al Aqsa,” ujar Amjad Hassoun, salah seorang pemuda Palestina sebagaimana diwartakan Reuters.

Gara-gara bentrok tersebut, lebih dari 50 penduduk Palestina mengalami luka-luka. Seorang pemuda Palestina yang bernama Abdullah Taqatqa meninggal dunia lantaran tertembus peluru Israel.

Pemuda 24 tahun asal Bethlehem itu dituding berusaha menyerang polisi dengan pisau. Tapi, menurut penduduk Palestina yang melihat langsung kejadian di lokasi, jarak antara Taqatqa dan polisi masih 20 meter. Selain itu, dia tidak membawa pisau yang dituduhkan.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: