11 Desember 2018
Home / Utama / Kasus Pedopil : Tersangka MAS terancam hukuman kebiri kimia

Kasus Pedopil : Tersangka MAS terancam hukuman kebiri kimia

Pengacara P2TP2A Kota Pekanbaru, Asmanidar SH

Pekanbaru (RiauNews.com) – Penasehat hukum dan pengacara Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pekanbaru, Asmanidar SH, sebutkan tersangka pelaku kekerasan seksual kepada anak di bawah umur atas nama MAS (43), dapat diancam hukuman kebiri kimia.

“Mengacu kepada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang Nomor 1 tahun 2016, tersangka MAS dapat diancam dengan hukuman kebiri kimia karena jumlah korban lebih dari satu orang anak,” ujar Asmanidar saat jumpa pers, Jumat (16/11/2018) di Pekanbaru.

Diceritakan Asmanidar, sebanyak enam anak korban kekerasan seksual tersangka MAS, didampingi orang tua meraka masing- masing, 5 November 2018 melaporkan kasus tersebut kepada pihaknya. “Berdasarkan laporan para orang tua korban, hari itu juga kita teruskan ke Polresta Pekanbaru,” imbuh Asmanidar.

Dilain pihak, Ketua P2TP2A Kota Pekanbaru, Ardiansyah MZ Tanjung, membenarkannya. “Meski sudah sore, kami tidak ingin kejadian yang menimpa para korban berlarut, makanya kita teruskan laporannya kepada pihak berwajib pada hari yang sama saat mereka datang kepada kami,” ujar Ian Tanjung, demikian ia akrab disapa.

Selain memberikan adovokasi hukum, P2TP2A Kota Pekanbaru juga memberikan layanan serta dukungan penyembuhan psikologis akibat trauma kejiwaan yang diderita kepada korban.

“Ini semua terkait masa depan korban. Bila tidak segera ditangani secara psikologi, dikhawatirkan trauma akibat perlakuan tidak senonoh tersangka dapat menjadi sisi negatif berkelanjutan pada pertumbuhan kejiwaan mereka,” kata Ian Tanjung.

Diketahui, tersangka MAS yang juga pelatih olahraga Dayung Provinsi Riau, berdasarkan laporan polisi Nomor LP / 986 / XI / 2018 / SPKT serta hasil penyelidikan terhadap para korban, akhirnya berhasil ditangkap unit Judisila Poresta Pekanbaru di jalan Tirtonadi Kecamatan Rumbai, Rabu (14/11/2018).

Dari enam korban, dua diantaranya mendapatkan kekerasan seksual paling parah, yaitu anak laki- laki berinisial B (11) disodomi dan perempuan berinisial FW (15) disetubuhi.

Selain di rumah kos tersangka, korban sempat dibawa ke hotel dengan iming- iming uang dan kesenangan lainnya seperti diajak ke biskop dan tempat karaoke serta dijanjikan akan dijadikan atlet Dayung. “Rentang kejadian adalah September hingga Oktober 2018,” ujar Ian Tanjung.***

==Pepen==

Komentar
%d blogger menyukai ini: