24 November 2017
Home / News / Nasional / Kapolri temui petinggi KPK gara-gara ucapan Novel di TIME

Kapolri temui petinggi KPK gara-gara ucapan Novel di TIME

Kapolri Tito Karnavian.

Jakarta (RiauNews.com) – Hari ini, Senin (19/6), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian akan menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung KPK untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Direncanakan siang ini sekitar pukul 14.00 ada pertemuan Kapolri dengan Pimpinan KPK. Tentu kita berharap kerjasama KPK dengan Polri bisa diperkuat, termasuk upaya pengungkapan pelaku penyerangan Novel,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (19/6/2017), dilansir Republika.

Pertemuan itu terjadi pasca pernyataan Novel kepada media luar negeri TIME yang menyatakan bahwa serangan itu terkait sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya. Novel juga menduga ada jenderal polisi yang terlibat karena setelah dua bulan peristiwa penyiraman itu terjadi, polisi belum juga menetapkan seorang tersangka.

Kondisi penyidik KPK Novel Baswedan, usai disiram air keras oleh OTK. (Kredit Foto: Jawa Pos)

“Kita harap konsentrasi Polri dan KPK adalah pada pengungkapan pelaku tersebut. Nanti akan dibicarakan juga apa langkah bersama yang dapat dilakukan untuk saling memperkuat penanganan perkara ini,” tambah Febri.

Pertemuan itu juga tidak mengikutsertakan keluarga Novel. “Tidak ikut, (pertemuan) itu kan ‘intern’ antara Kapolri dan pimpinan KPK,” kata kakak Novel, Taufik Baswedan saat dihubungi.

Hari ini adalah hari ke-69 pasca penyiraman air keras terhadap Novel Basedan pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya hingga mengenai matanya sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.***

Baca Juga

​DPRD Riau Pesimis Jembatan Siak IV Selesai Sesuai Target

PEKANBARU (RiauNews.com)- Minimnya progres fisik jembatan Siak IV yang hanya satu digit membuat komisi D ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *