19 November 2018
Home / News / Nasional / Jubir Kepresidenan: Perkataan Luhut bukan pernyataan Presiden

Jubir Kepresidenan: Perkataan Luhut bukan pernyataan Presiden

Juru bicara Kepresidenan Johan Budi. (Kredit: Kompas)

Jakarta (RiauNews.com) – Menanggapi perkataan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pangaribuan yang oleh sebagian masyarakat dinilai sebagai sifat arogan pemerintah saat dikritik, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan itu bukanlah sikap dan pernyataan dari Presiden Joko Widodo.

“(Pernyataan) Pak Luhut, menurut saya, tidak mewakili sikap Presiden. Ini perlu digarisbawahi,” ujar Johan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (21/3/2018).



Bahkan, Johan mengatakan, pernyataan Luhut juga bukan mencerminkan sikap pemerintah. Johan menuturkan pernyataan Luhut terkait komentar Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais bahwa pemerintah melakukan pengibulan terkait dengan penerbitan sertifikasi tanah merupakan sikap pribadinya.

Karena itu, ia kembali menegaskan, pernyataan Luhut tersebut bukanlah mewakili sikap dari Presiden. “Tidak mencerminkan sikap Presiden atau sikap pemerintah. Itu lebih kepada sikap pribadi Pak Luhut yang gaya penyampaiannya seperti itu,” tambahnya.

Menurut dia, Luhut memang memiliki gaya bicara yang serupa dengan Amien Rais yang selalu blak-blakan. “Pak Amien Rais juga kan begitu kan gayanya. Blak-blakan. Oleh karena itu, perlu dijelaskan ini bukan sikap Presiden,” ujar Johan.

Diwartakan Republika,’perang’ antara Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan dan Amien yang menjadi perbincangan beberapa hari terakhir bermula ketika mantan ketua MPR RI itu menyebut ada pembohongan dalam program bagi-bagi sertifikat tanah. Ia menyebut, program sertifikat tanah itu pengibulan karena 74 persen tanah di negeri ini dikuasai oleh kelompok tertentu namun didiamkan oleh pemerintah.

Menanggapi kritikan tersebut, Luhut pun bereaksi keras dan meminta agar para senior tak asal berkomentar. Menurutnya, pemerintah tak anti-kritik namun kritik yang disampaikan haruslah kritik yang membangun.

“Jangan asal kritik saja. Saya tahu track record-mu kok. Kalau kau merasa paling bersih, kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam sajalah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?” kata Luhut.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: