22 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / Izinnya dicabut, JMGR sebut PT RAPP ‘tebar isu liar’

Izinnya dicabut, JMGR sebut PT RAPP ‘tebar isu liar’

Hutan Tanaman Industri biasanya terdiri dari satu jenis tumbuhan.

PEKANBARU (RiauNews.com) – Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) dalam press rilisnya Selasa (10/10/2017) mendukung langkah pemerintah mencabut izin operasional PT RAPP di wilayah gambut di Provinsi Riau yakni Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti dan di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan.

“Ini akibat ketidak patuhan PT RAPP dengan mengabaikan regulasi pemerintah tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di dalam Rencana Kerja Tahuan dan Rencana Kerja Usaha  (RKU) yang diajukan kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hal ini cukup kuat untuk menjadi dasar KLHK dalam mengambil kebijakan untuk mencabut izin oprasional PT Rapp di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, serta di wilayah-wilayah bergambut lainnya yang ada konsesi perusahaan ” jelas Sekjen JMRG Isnadi Esman.



Isu tentang PHK dan meningkatnya pengangguran jika perizinan PT RAPP dicabut dinilai Isnandi hanya merupakan isu liar yang digulirkan untuk “menggertak” pemerintah.

“Hanya segelintir masyarakat lokal yang menjadi buruh di perusahaan HTI seperti APRIL Grup dan APP grup. Mayoritas merupakan tenaga kerja yang didatangkan dari luar Riau,” terangnya.

 

Dijelaskannya dengan dicabutnya perizinan PT RAPP dengan SK.180/Menhut-II/2013 mendominasi penguasaan di wilayah gambut pesisir dan pulau kecil yang berada di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang dengan luas 338.536 Hektare. Sudah saatnya pemerintah memberikan akses dan hak kelola untuk masyarakat gambut, skema perhutanan sosial dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) merupakan langkah yang harus diambil oleh pemerintah untuk menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat di wilayah gambut pasca pencabutan izin.

“Nawacita pemerintahan Jokowi dapat di capai dengan ketegasan terhadap perusahaan yang ingkar terhadap peraturan negara dan memberikan hak akses yang berkeadilan dan berkelanjutan terhadap masyarakat yang berada di dalam dan sekitar wilayah bergambut,” imbuhnya.*** (rls)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: