20 September 2018
Home / News / Nasional / Ini kata Menag terkait ucapan “Selamat Natal”

Ini kata Menag terkait ucapan “Selamat Natal”

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Jakarta (RiauNews.com) – Jelang hari raya umat Nasrani yang jatuh pada 25 Desember nanti, sebuah polemik lama kembali muncul ke permukaan, yakni soal mengucapkan “Selamat Natal” oleh umat Islam, khususnya di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia mempunyai beragam pemahaman terkait pengucapan selamat natal terhadap umat Kristen. Kendati demikian, jelas dia, umat Islam seluruhnya telah sepakat bahwa yang dilarang itu adalah melakukan ritual keagamaan seperti umat kristen.

“Jadi yang dilarang itu adalah melakukan ritual keagamaannya, peribadatannya. Tapi, kalau ucapan selamat natal itu terjadi keragaman dan dengan adanya keragaman ini mudah-mudahan kita bisa saling memahami,” ujarnya di Kantor Kemenag, Jalan Thamrin, Rabu (20/12/2017), sebagaimana dikutip Republika.



Lukman menjelaskan, masyarakat Indonesia mempunyai beragam pemahaman. Di kalangan umat sendiri, kata dia, terjadi keragaman dalam menyampaikan ucapan selamat natal kepada saudaranya yang umat kristiani.

Menurut menteri asal partai PPP ini, sebagian umat Islam ada yang mengharamkan mengucapkan selamat natal karena berpandangan bahwa dengan menyampaikan selamat natal sama saja mengakui kelahiran Yesus Kristus sebagai tuhan. Namun, ada juga sebagian yang membolehkan bahkan menganjurkan jika ucapan selamat natal tersebut ditujukan kepada kelahiran Nabi Isa AS.

“Kita menghormati bagi mereka yang mengharamkan ya sudah kita hormati, dan kita harus bisa memaklumi kalau sebagain saudara-saudara Muslim itu tidak mengucapkan selamat natal kepada saudaranya yang umat kristiani,” katanya.

Dengan demikian, tambah dia, umat Kristen juga harus berjiwa besar bahwa ada sebagian saudara-saudaranya yang dengan keyakinannya tidak dapat mengucapkan selamat natal.

“Tapi, hormati juga mereka yang punya keyakinan itu dibolehkan bahkan dianjurkan untuk menjaga hubungan baik persaudaraan antara sesama saudara sebangsa dan manusia,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Muhammadiya Buya Syafii Ma’arif mengatakan bahwa dirinya tak mempermasalahkan pengucapan Selamat Natal pada umat Nasrani.

“Bagi saya tidak apa. Saya sudah puluhan tahun mengucapkan. Tidak ada masalah dan biasa saja,” katanya di gedung PPATK, Jalan Ir. Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: