23 September 2018
Home / News / Nasional / Ini hasil pertemuan MUI dengan PGI soal Masjid Al-Aqsha Sentani

Ini hasil pertemuan MUI dengan PGI soal Masjid Al-Aqsha Sentani

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi.

Jakarta (RiauNews.com) – Guna menghindari kemungkinan terburuk di tengah-tengah masyarakat, terkait tuntutan Persekutuan Gereja Gereja Jayapura (PGGJ) atas pembangunan Masjid Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telahmelakukan pertemuan, pada Selasa (20/3/2018).

Ketua Umum PGI Pendeta Henriette Tabita Lebang telah berkunjung ke kantor MUI Pusat, dan bertemu langsung dengan Ketua Umum MUI Prof KH Ma’ruf Amin untuk membahas, guna membahas polemik yang terjadi di tanah Papua tersebut.



Dalam pertemuan tersebut, PGI dan MUI sepakat mengimbau agar semua pihak tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin memanfaatkan adanya kejadian ini.

“MUI dan PGI mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri, tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja ingin membuat kekacauan dengan memanfaatkan kasus ini,” ujar Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam siaran pers yang kepada wartawan, Rabu (21/3/2018).

Beberapa kesepahaman yang berhasil dicapai dalam pertemuan tersebu, antara lain kedua belah pihak setuju bahwa persoalan tersebut harus dilokalisasi menjadi persoalan daerah dan jangan sampai berkembang di daerah lain, atau malah menjadi isu nasional.

“PGI maupun MUI sepakat untuk mendorong adanya penyelesaian secara cepat dan bermartabat melalui musyawarah antartokoh-tokoh agama setempat dengan mengedepankan semangat musyawarah, toleransi, dan kekeluargaan,” ucap Zainut.

Keduabelah pihak juga menyepakati beberapa poin usulan penyelesaian yang nanti akan disampaikan kepada tim perunding melalui jalur komunikasi organisasi masing-masing, termasuk meminta kepada pemerintah daerah untuk secara aktif membantu penyelesaian.

“Meminta kepada pemerintah daerah untuk secara aktif membantu proses penyelesaian masalah secara damai, adil, dan beradab,” kata Zainut.

Menara Masjid Al-Aqsha Sentani yang masih dalam pembangunan. (Kredit: istimewa/Viva)

Seperti diketahui, sebelumnya Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) menuntut agar pembangunan menara Masjid Al-Aqsha Sentani dihentikan dan dibongkar. PGGJ meminta agar tinggi gedung masjid tersebut diturunkan sehingga sejajar dengan tinggi bangunan gedung gereja yang ada di sekitarnya. PGGJ beralasan menara Masjid Al-Aqsha saat ini lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di Sentani.

Namun, MUI Papua menolak delapan tuntutan yang disampakan PGGJ kepada publik tersebut sehingga masalah ini pun dibahas dalam forum kerukunan umat beragama yang difasilitasi oleh Pemkab Jayapura, Senin (19/3) kemarin. Melalui forum itu dibentuklah tim untuk menyelesaikan persoalan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: