23 Oktober 2018
Home / Hukum & Kriminal / Ingin lulus Akpol lewat jalur “pasti”, Rp212 juta malah melayang

Ingin lulus Akpol lewat jalur “pasti”, Rp212 juta malah melayang


Pekanbaru (RiauNews.com) – Seolah tak mengambil pelajaran dari berbagai aksi penipuan yang sudah sering diberitakan, ternyata masih ada saja warga masyarakat yang terbuai bujuk rayu para penipu, yang mengiming-imingi bisa meluluskan dari seleksi Akademi Polisi (Akpol), namuntentu saja tidak gratis.

Seperti yang dialami FT (24), yang beralamat di Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, dimana uangnya “sukses” dikuras oleh HD (50) sebesar Rp212 juta guna meluluskan adiknya WW dari seleksi Akpol tingkat daerah Riau.

“Korban telah mengirim uang kepada pelaku yang baru dikenal beberapa kali baik secara kontan maupun transfer. Itu sebagai uang pelicin untuk adik korban bernama WW masuk Taruni Akpol di Semarang,” kata Kasub Humas Polresta Pekanbaru Ipda Dodi Vivino, di Pekanbaru.

Kasusnya ini sendiri terjadi pada 3 Juni 2017 lalu, dimana korban FT telah mengirim uang kepada pelaku yang baru dikenal beberapa kali baik secara kontan maupun transfer. Itu sebagai uang pelicin untuk adik korban bernama WW masuk Taruni Akpol di Semarang.

Sementara pada 17 Juni lalu hanya ada sebanyak 11 orang yang dinyatakan lulus terpilih sebagai calon taruna Akpol dari seleksi panitia tingkat daerah di Riau, dimana adik korban WW namanya tak tercantum.

“Melihat kenyataan itu, korban kemudian berusaha menanyakan pada pelaku, akan tetapi hingga saat ini tidak bisa dihubungi. Sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp212 juta,” lanjutnya.

Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain pada sidang kelulusan itu mengatakan bahwa sebelum pengumuman calon taruna Akpol ini, Polda Riau telah melakukan seleksi terhadap para peserta secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Karena, lanjutnya di tingkat eksternal dan internal, sudah ada yang mengawasinya.

Polda Riau juga membuat nota kesepahaman dengan peserta dan keluarga agar prosesnya bersih. Dalam hal ini untuk tidak percaya oknum polisi maupun orang lain yang mengaku bisa meluluskan seseorang.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: